Ketika informasi BMKG jadi andalan dan "pranata mangsa" yang mulai ditinggalkan
Informasi meteorologi
Apa yang disampaikan Wijonardi terkait dengan layanan informasi meteorologi saat sekarang memang telah mengalami perkembangan yang luar biasa. Perkembangan produk dan pelayanan informasi meteorologi di Indonesia yang disajikan BMKG saat ini sudah jauh lebih maju dari beberapa dekade tahun sebelumnya.
Dari informasi iklim untuk pertanian, informasi cuaca untuk masyarakat, informasi gempa bumi dan tsunami, serta informasi kualitas udara, semuanya sudah dibuat sedemikian rupa, menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Informasi iklim disajikan dalam bentuk pemetaan, sudah bisa dilihat daerah mana yang akan segera masuk musim hujan, daerah mana yang akan segera masuk musim kemarau, kapan puncak musim terjadi, maju atau mundur awal musimnya, serta sifat musim normal atau tidak dan yang lainnya dapat dibaca dan dipahami dengan mudah.
Informasi cuaca disajikan dalam jangka waktu tujuh hari ke depan, tiga hari ke depan, untuk 24 jam ke depan, tiga jam ke depan, dan potensi cuaca ekstrem yang bakal terjadi di suatu wilayah pun akan disajikan pada 30 menit sebelum kejadian.
Hal itu dengan maksud agar masyarakat mengetahui lebih dini, bahwa ada ancaman hujan lebat, petir, dan angin kencang yang berpotensi terjadi di wilayah yang mereka tempati, sehingga masyarakat bisa siap lebih dini sebelum ada kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi yang bisa membahayakan keselamatan mereka.
"Masalahnya memang tidak semua masyarakat yang akan terdampak mengetahui informasi tersebut, sehingga perlu peran pemda dalam hal ini untuk meneruskan informasi kepada warganya yang berpotensi terdampak bencana," kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.
Informasi gempa bumi yang dikeluarkan BMKG sangat diperlukan oleh masyarakat, terutama masyarakat pesisir, seperti di Kabupaten Cilacap.
Kejadian gempa yang diikuti tsunami, seperti di Aceh, menjadi pembelajaran penting bagi BMKG dan masyarakat, betapa pentingnya kecepatan informasi tentang gempa bumi dan tsunami adalah terkait dengan "waktu emas" untuk penyelamatan diri apabila ada ancaman tsunami. Waktu untuk penyelamatan sangat pendek, sehingga perlu ketepatan dan kecepatan informasi BMKG.
Informasi BMKG tentang gempa dan tsunami kadang tidak sampai ke masyarakat yang terdampak langsung karena alasan yang teknis dan nonteknis yang bisa mengurangi kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman, sehingga perlu adanya upaya penguatan penerimaan informasi dari pemda setempat untuk masyarakat terdampak.
Dalam rangka menyauti perubahan iklim, BMKG, atas nama pemerintah, melakukan berbagai upaya, seperti Sekolah Lapang Iklim (SLI) dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN). Melalui SLI dan SLCN diharapkan dapat menjadi bagian dari pertanian cerdas iklim (climate smart agriculture) dan nelayan yang cerdas cuaca yang berujung pada ketahanan pangan Nasional.
Selain itu, SLI dan SLCN diharapkan menjadi bagian yang mendukung program pemerintah dalam upaya memberdayakan masyarakat agar mampu melakukan tindakan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim secara mandiri.
BMKG akan terus meningkatkan layanan dengan cara menguatkan observasi, analisis, prediksi, sehingga menghasilkan produk yang cepat, tepat, dan akurat.
Akhirnya, kewaspadaan terhadap cuaca dan peduli terhadap iklim diharapkan menjadi budaya dan kebutuhan di masyarakat agar kejadian cuaca dan iklim ekstrem yang dapat berakibat bencana dapat dihindari.
Dengan demikian, pemanfaatan informasi meteorologi oleh masyarakat menjadi sangat penting karena secara tidak langsung dapat mengurangi terjadinya risiko bencana.