Jepara (ANTARA) - Kesempatan kerja bagi lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Jepara kini semakin terbuka, karena ada perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) di daerah itu yang menerima lulusan SLB sebagai pekerja.
"Sudah ada satu alumni SLB Jepara yang diterima bekerja, dan jumlah tersebut akan ditambah dalam waktu dekat," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional di halaman SLB Negeri Jepara, Kamis.
Bupati Witiarso menyatakan pemerintah daerah terus mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas, baik dalam akses pendidikan maupun kesempatan kerja, termasuk membuka kemitraan dengan dunia usaha dan industri.
Dalam upaya memperluas layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, Pemkab Jepara akan mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menambah unit SLB agar lebih dekat dengan masyarakat, terutama bagi siswa dari wilayah pedesaan yang jauh dari pusat kota.
"Kami akan koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk menambah fasilitas yang ada agar anak-anak disabilitas di Jepara bisa terlayani sepenuhnya," ujarnya.
Saat ini, kata dia, hanya ada satu SLB di Kabupaten Jepara, yang berlokasi di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan untuk melayani siswa dari seluruh wilayah Jepara. Untuk itu, pemkab akan mengajukan rencana pembangunan SLB baru demi memperluas jangkauan pelayanan pendidikan.
"Untuk SLB baru akan kita ajukan ke Pak Gubernur agar pelayanan pendidikan bisa lebih dekat dengan masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga memberikan apresiasi atas kreativitas dan prestasi siswa SLB Negeri Jepara yang berhasil meraih penghargaan, bahkan hingga tingkat nasional.
"Penampilan anak-anak luar biasa. Ada yang juara provinsi hingga nasional. Ini bukti bahwa mereka memiliki kreativitas dan potensi besar," ujarnya.
Baca juga: Tangis haru Mardiyah warga Jepara, terwujudnya dambaan miliki listrik secara mandiri di rumahnya

