Pati (ANTARA) - Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pati Riyoso menyatakan optimistis penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 dapat berjalan optimal, mengingat realisasi penyerapan mencapai 80 persen dari total anggaran yang dialokasikan.
"Penyerapan anggaran alhamdulillah tidak ada persoalan untuk Kabupaten Pati. Bahkan, pada saat kegiatan di IPDN Jatinangor secara nasional, Alhamdulillah Kabupaten Pati masuk peringkat 11 dalam penyerapan anggaran," ujarnya di Pati, Senin.
Ia menjelaskan sejumlah program pembangunan masih terus berjalan, termasuk yang berkaitan dengan infrastruktur fisik. Beberapa kegiatan sudah terlaksana namun masih menunggu proses pencairan anggaran.
"Persentase penyerapan sekitar 80-an persen. Insya Allah, jika kita melihat kondisi pelaksanaan terutama pada sektor infrastruktur, semuanya berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti dari proses maupun pelaksanaannya," ujarnya.
Riyoso menargetkan seluruh penyelesaian administrasi anggaran dapat rampung sebelum penutupan buku anggaran pada 20 Desember 2025.
"Harapannya baik dari proses maupun pelaksanaannya bisa selesai tepat waktu. Di tahun ini semua anggaran kami optimistis akan clear atau jelas, tidak ada persoalan," ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa revitalisasi Alun-alun Pati menjadi salah satu pekerjaan yang dituntaskan pada tahun anggaran berjalan. Anggaran yang disiapkan untuk penataan alun-alun tersebut mencapai sekitar Rp299,15 juta.
Termasuk tugu kenalpot brong yang ada di kawasan Alun-alun Pati, kata dia, saat ini masih dilakukan koordinasi dengan Polres Pati terkait penataan ulang area tertentu, termasuk rencana pemindahan instalasi edukasi mengenai pelanggaran kenalpot brong yang sebelumnya dipasang di dekat area air mancur.
"Rencananya air mancur yang ada akan ditata kembali. Nanti setelah pemindahan instalasi edukasi kenalpot brong, kita cek lagi desainnya," ujarnya.
Ia memastikan proses revitalisasi alun-alun akan terus dipantau agar selesai tepat waktu dan dapat memberikan manfaat bagi warga.
Sementara itu, APBD tahun anggaran 2026 mengalami beberapa penyesuaian, pendapatan daerah yang semula dialokasikan sebesar Rp2,713 triliun meningkat menjadi Rp2,719 triliun atau bertambah sekitar Rp6 miliar rupiah.
Kenaikan tersebut berasal dari penyesuaian target pendapatan asli daerah. Sementara belanja daerah yang awalnya dirancang Rp2,771 triliun mengalami peningkatan menjadi Rp2,867 triliun atau naik sekitar Rp96 miliar.
Tambahan belanja tersebut didominasi untuk pembangunan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah di kabupaten pati. Peningkatan belanja daerah ini menyebabkan defisit anggaran naik dari Rp58 miliar menjadi Rp148 miliar. Defisit tersebut akan ditutup dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp58 miliar dan pinjaman daerah Rp90 miliar ke Bank Jateng sesuai yang disepakati dalam rapat paripurna DPRD Pati sebelumnya.

