
BPJS Semarang Pemuda serahkan santunan kematian di Kecamatan Ngaliyan

Semarang (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris korban, masing-masing sebesar Rp42 juta.
Santunan tersebut diserahkan bersamaan dengan kegiatan buka puasa bersama dan tarawih keliling bersama masyarakat di Kecamatan Ngaliyan, Sabtu, yang digelar Pemerintah Kota Semarang.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda Mohamad Irfan menyampaikan duka cita atas meninggalnya peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebut.
Santunan tersebut diberikan kepada ahli waris Yogie Prananto Wibowo (perangkat RT/RW Kelurahan Tambakaji), Triyono (perangkat RT/RW Kelurahan Kalipancur), dan Agung Satrio Prakosa (perangkat Kelurahan Bringin).
Menurut dia, santunan yang diberikan diharapkan dapat membantu keluarga yang ditinggalkan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya peserta BPJS Ketenagakerjaan ini. Harapannya santunan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan kehidupan atau membuka usaha baru bagi keluarga yang ditinggalkan,” sebutnya.
Ia menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan memberikan berbagai manfaat perlindungan bagi peserta, termasuk santunan kematian.
Apabila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, maka ahli waris akan menerima santunan manfaat dari Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar 48 kali upah yang dilaporkan.
Selain itu, juga beasiswa pendidikan bagi dua orang anak dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi dengan nilai maksimal Rp174 juta.
Apabila peserta meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja, maka keluarga atau ahli waris berhak menerima santunan sebesar Rp42 juta.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan bantuan santunan tersebut merupakan wujud kepedulian negara kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Memang santunan ini tidak bisa menggantikan yang sudah tiada. Namun ini adalah bentuk kepedulian negara agar ahli waris memiliki kemampuan untuk melanjutkan hidup," katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memaksimalkan ibadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Di sisi lain, ia juga mendorong kader PKK agar terus menjadi motor penggerak pembangunan, dimulai dari lingkungan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
"Saya mengajak masyarakat untuk memaksimalkan ibadah pada 10 hari terakhir Ramadhan. Kepada kader PKK agar terus menjadi motor penggerak pembangunan, mulai dari unit terkecil yaitu keluarga," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
