Logo Header Antaranews Jateng

Pertamina pastikan persediaan solar subsidi untuk nelayan di Pati aman

Selasa, 5 Mei 2026 02:28 WIB
Image Print
Ratusan nelayan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut pemerintah menurunkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar non-subsidi, minimal dua kali lipat harga Solar subsidi, di Alun-alun Pati, Senin (4/5/2026). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Pati, Jateng (ANTARA) - PT Pertamina memastikan BBM jenis solar bersubsidi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tersedia aman karena keandalan stoknya mencapai 2,7 kali lipat dari konsumsi harian normal.

"Demikian halnya kondisi penyaluran dan stok bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Jateng dan DIY dalam kondisi aman dan tercukupi. Karena untuk stok BBM solar subsidi di Jateng dan DIY keandalan pasokan mencapai 17,1 kali lipat dari konsumsi normal," kata PJS Area Manager Communication Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Rizky Diba Avrita menanggapi aksi demo nelayan di Pati, Senin.

Dengan demikian, kata dia, stok solar subsidi yang ada di Kabupaten Pati mampu mencukupi kebutuhan masyarakat, termasuk di dalamnya nelayan kecil.

Menurut dia, nelayan dengan kapal di bawah 30 gross ton (GT) berhak memperoleh BBM solar subsidi dengan melampirkan surat rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat.

Sementara itu, untuk nelayan dalam kategori di atas 30 GT diwajibkan menggunakan BBM non-subsidi sesuai ketentuan yang berlaku, karena masuk dalam kategori usaha industri.

Rizky menambahkan pihaknya terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar hingga ke masyarakat.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik karena stok BBM tercukupi bagi masyarakat," ujarnya.

Nelayan di Kabupaten Pati sendiri melakukan unjuk rasa di Alun-alun Pati, Senin (4/5) pagi, untuk menuntut pemerintah menurunkan harga solar non-subsidi, karena harga saat ini yang mencapai Rp30.000 per liter dinilai memberatkan dan mengancam keberlangsungan aktivitas penangkapan ikan di laut.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026