Logo Header Antaranews Jateng

Pemprov Jateng terima hibah inovasi air minum dari udara karya Udinus

Selasa, 5 Mei 2026 19:22 WIB
Image Print
Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menjajal air minum dari Toyaku, alat yang dihibahkan oleh Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, bersama Rektor Udinus Prof Pulung Nurtantio Andono, di Semarang, Selasa (5/5/2026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima hibah dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang berupa alat penghasil air minum dari udara yang diberi nama Toyaku.

Alat tersebut diserahkan langsung oleh Rektor Udinus Pulung Nurtantio Andono kepada Sekretaris Daerah Jateng Sumarno di Semarang, Selasa.

Toyaku merupakan hasil riset yang dilakukan Udinus untuk memperoleh air siap minum tanpa bergantung sumur, sungai atau jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Sebab, inovasi alat Smart Atmospheric Water Generator (AWG) tersebut mampu memproses udara bebas menjadi air bersih siap minum.

"Kami mengapresiasi dari teman-teman Udinus yang melakukan inovasi untuk Toyaku ini. Ini luar biasa, karena menangkap air dari udara. Tadi saya mencoba airnya segar," kata Sekretaris Daerah Jateng Sumarno setelah menjajal air Toyaku.

Menurut dia, air Toyaku tidak berbeda rasanya dengan air yang bersumber dari mata air, dan berterima kasih kepada Udinus yang sudah memberikan kontribusi untuk masyarakat Jawa Tengah.

Apalagi, lanjut dia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan terjadi kemarau panjang mulai Juni.

"Mudah-mudahan dengan model-model alat seperti ini, juga menjadi bagian kita menangani kekurangan kebutuhan air, utamanya air bersih di musim kemarau nanti," katanya.

Ia berharap agar teknologi tersebut dikembangkan, sehingga dapat diperbanyak unitnya untuk membantu daerah yang mengalami kesulitan air bersih atau daerah yang tidak memiliki mata air.

Sementara itu, Rektor Udinus Pulung Nurtantio Andono menjelaskan bahwa Toyaku adalah Smart Atmosphere Water Generator yang lahir dari riset oleh mahasiswa Udinus.

Keunggulannya, berupa kemandirian sumber daya, yaitu memanen air langsung dari udara yang sudah dilengkapi fitur kecerdasan buatan dan IoT (Internet of Things).

"Insya Allah kesehatannya terjamin, karena sudah diperiksa oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang," katanya.

Ia mengatakan riset yang diciptakan Udinus diharapkan tidak hanya berhenti di kampus, namun bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat.

"Kami percaya bahwa pemerintah provinsi Jateng bisa memanfaatkan hasil riset kami secara maksimal," katanya.

Ia juga tengah mengupayakan hak paten untuk Toyaku, sebab air yang dihasilkan dari Toyaku sudah memiliki sertifikasi layak minum dari Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Adapun kemampuan Toyaku memproduksi air sebesar 8 liter dalam kurun waktu 12 jam, dan akan ditempatkan di ruang-ruang publik Pemprov Jateng.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026