Logo Header Antaranews Jateng

BEI imbau calon investor bekali diri sebelum berinvestasi

Kamis, 5 Maret 2026 14:31 WIB
Image Print
Pembukaan galeri investasi di Universitas Muhammadiyah Karanganyar, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-BEI Jateng 2

Solo (ANTARA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau calon investor membekali diri dengan informasi sebelum berinvestasi di pasar modal.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Jawa Tengah 2 M Wira Adibrata di Solo, Jawa Tengah, Kamis mengatakan tren saat ini pembelian saham tidak lagi merujuk pada fundamental perusahaan, tapi karena sebagian investor yang mudah terpengaruh oleh influencer.

“Jadi tidak melihat saham itu bagus atau tidak, tapi terpengaruh. Ini harapan kami agar masyarakat tidak mudah terpercaya dengan adanya statement. Jangan mudah terpengaruh dengan sosok yang mengaku pakar, ahli. Keputusan melakukan investasi jangan karena orang lain tapi diri sendiri,” katanya.

Terkait hal itu, ia meminta para investor agar menerapkan 3P, yakni paham terhadap diri sendiri dan saham apa yang akan dibeli, punya literasi yang baik, dan pantau pergerakan pasar agar ketika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan maka portofolio dapat diselamatkan lebih cepat.

“Contohnya sekarang lagi ada perang, biasanya ada yang dihindari di sektor keuangan. Jadi sektor-sektor yang potensi rugi bisa dilepas dulu, dan apa yang naik, misalnya komoditas. Dalam hal ini, balancing portofolio dibutuhkan,” katanya.

Terkait hal itu, pihaknya terus memberikan edukasi kepada masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari siswa, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Ia mengatakan untuk di wilayah di bawah Kantor Perwakilan BEI Jawa Tengah 2, sasaran dari edukasi bisa mencapai ribuan orang dalam satu bulannya.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan penambahan empat galeri investasi khusus pada tahun ini yang menyasar generasi muda. Tambahan empat galeri investasi ini seluruhnya berada di SMA.

“Sejauh ini baru dua yang sudah proses, yakni SMKN 1 Sragen dan SMAN 2 Sukoharjo. Kalau SMA Kalam Kudus sudah. Kami menyasar SMA karena mudah banget gen Z terpengaruh hal-hal instan, dari influencer,” katanya.

Sampai dengan saat ini, dikatakannya, jumlah galeri investasi di wilayah tersebut yang sudah aktif berjalan ada sebanyak 43.

“Galeri investasi ini efektif sekali untuk penyebarluasan investasi, paling tidak di mana dia berdiri. Misalnya kampus, pengembangannya bisa sampai mata kuliah, paling tidak meningkatkan awareness. Transaksi di kampus-kampus juga tidak sedikit, contohnya di UIN Raden Mas Said setahun bisa sampai Rp3,5 miliar,” katanya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026