Logo Header Antaranews Jateng

Rosan Roeslani: Hilirisasi tahap II perkuat ketahanan energi dan dorong ciptakan kerja

Rabu, 29 April 2026 18:45 WIB
Image Print
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani memberi keterangan pers usai acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di area Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). ANTARA/Sumarwoto

Cilacap (ANTARA) - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani menyatakan pelaksanaan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II akan memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja dalam skala besar.

Dalam acara Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di area Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, ia mengatakan program hilirisasi yang kini memasuki fase kedua merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah dimulai pada 6 Februari 2026.

“Program ini merupakan fase kedua, di mana fase pertama telah dilaksanakan sebelumnya sebagai bagian dari mandat yang diberikan kepada kami,” katanya.

Ia mengatakan pelaksanaan groundbreaking untuk proyek-proyek tersebut dilakukan secara serentak sebagai langkah percepatan pembangunan industri berbasis nilai tambah.

Menurut dia, proyek hilirisasi tidak hanya berfokus pada pengolahan sumber daya alam, juga memberikan dampak luas terhadap perekonomian nasional.

“Dari proyek-proyek yang kita jalankan ini akan menciptakan lapangan pekerjaan mencapai kurang lebih 600 ribu,” katanya.

Ia merinci proyek-proyek tersebut mencakup sektor energi dan mineral, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai substitusi impor LPG.

“Sekitar 80 persen kebutuhan LPG kita masih berasal dari impor. Dengan hilirisasi ini, kita ingin mengurangi ketergantungan tersebut,” katanya.

Ditemui usai acara, Rosan mengatakan groundbreaking tahap kedua tersebut telah diresmikan langsung oleh Presiden di sejumlah lokasi secara bersamaan.

“Alhamdulillah tadi groundbreaking proyek hilirisasi nasional fase kedua sudah diresmikan langsung oleh Bapak Presiden di 13 lokasi secara bersamaan, sebagian ditampilkan melalui video conference,” katanya.

Ia mengatakan fase kedua merupakan lanjutan dari tahap pertama yang mencakup 11 lokasi, dengan total proyek kini tersebar di berbagai wilayah strategis.

Menurut dia, proyek-proyek tersebut terdiri atas lima proyek di sektor energi, lima proyek sektor mineral, serta tiga proyek lainnya yang terkait sektor industri dan pendukung teknologi.

Rosan menambahkan seluruh proyek telah melalui proses panjang, mulai dari kajian hingga perencanaan, sehingga diharapkan dapat segera direalisasikan secara optimal.

Ia juga menekankan salah satu manfaat utama dari program hilirisasi adalah pengurangan impor, khususnya di sektor energi.

“Kalau kita lihat, pengurangan impor dari proyek-proyek ini bisa mencapai sekitar 3,4 miliar dolar AS per tahun,” katanya.

Selain itu, proyek-proyek tersebut dikerjakan oleh berbagai BUMN, seperti Pertamina, MIND ID, Krakatau Steel, dan sejumlah perusahaan pelat merah lainnya, dengan dukungan pembiayaan dan akselerasi dari Danantara.

“Ini merupakan kolaborasi bersama antar-BUMN, dan kami mendorong percepatan dari proyek-proyek yang sebelumnya sudah direncanakan,” katanya.

Rosan juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan fase ketiga hilirisasi yang diperkirakan mencakup sekitar enam proyek tambahan dengan nilai investasi lebih besar.

“Untuk fase ketiga, nilainya bisa mencapai sekitar 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp170 triliun,” katanya.

Ia mengatakan proyek-proyek pada tahap berikutnya tidak hanya berfokus pada energi dan mineral, tetapi juga mulai merambah sektor lain seperti perkebunan dan akuakultur.

Menurut dia, pengembangan sektor tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk bagi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

“Ke depan kita juga akan dorong sektor seperti agrikultur, perikanan, termasuk komoditas seperti tilapia dan rumput laut,” katanya.

Rosan menegaskan seluruh program hilirisasi akan tetap dijalankan dengan prinsip tata kelola yang baik dan perencanaan matang agar memberikan hasil optimal bagi perekonomian nasional.

Dengan berlanjutnya program hingga fase berikutnya, pemerintah optimistis hilirisasi dapat menjadi pilar utama dalam memperkuat ketahanan energi, mengurangi impor, serta meningkatkan daya saing industri nasional.



Baca juga: Gubernur Jateng: Program MBG di Cilacap berjalan baik mendapat respons positif



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026