Logo Header Antaranews Jateng

PGSD UMS gelar pengembangan kelas bilingual, bekali mahasiswa hadapi tantangan pendidikan global

Rabu, 27 Mei 2026 17:35 WIB
Image Print
Penyerahan sertifikat kepada narasumber. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kuliah umum bertajuk Membangun Generasi Unggul melalui Kelas Bilingual: Peluang dan Realita di Lapangan di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Siti Walidah UMS Solo, Jawa Tengah, Senin (25/5).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PGSD UMS tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait konsep, peluang, dan tantangan implementasi pembelajaran bilingual di sekolah dasar sebagai bagian dari tuntutan pendidikan global.

Selain itu, kuliah umum ini juga menjadi upaya PGSD UMS dalam memperluas wawasan karier mahasiswa, tidak hanya berorientasi pada profesi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga membuka peluang berkarier di sekolah-sekolah bilingual yang memiliki daya saing global.

Kaprodi PGSD UMS Dr. Murfiah Dewi Wulandari, S.Psi., M.Psi., menyampaikan PGSD UMS berpandangan untuk mencetak calon guru yang kaya akan kompetensi.

“Melalui kegiatan itu, UMS turut mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini sekaligus mendukung pengembangan kelas bilingual di lingkungan PGSD UMS,” ujarnya, Rabu.

Kuliah umum menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Sekolah SD Muhammadiyah PK Andong Boyolali Teja Nurcahya, M.Pd., serta Kepala Sekolah SD Focus Independent School Elisabet Anita Sulistiyani.

Dalam pemaparannya, Teja Nurcahya menjelaskan kelas bilingual merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan dua bahasa, khususnya Bahasa Inggris, dalam proses belajar mengajar. Dia juga menguraikan berbagai peluang, manfaat, dan tantangan dalam implementasi pembelajaran bilingual di sekolah dasar.

Sementara itu, Elisabet Anita Sulistiyani menyampaikan sekolah bilingual tidak hanya berfokus pada penggunaan bahasa, tetapi juga membangun kepercayaan diri, kemampuan berpikir, dan kesiapan peserta didik dalam menghadapi tantangan global.

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa PGSD semester empat dan berlangsung secara tertib serta interaktif. Antusiasme peserta terlihat melalui partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

“Melalui kuliah umum ini mahasiswa diharapkan dapat memahami implementasi pembelajaran bilingual secara lebih mendalam serta memiliki kesiapan dalam mengembangkan kompetensi diri untuk menghadapi berbagai peluang karier dan tantangan pendidikan di era global,” tutup Murfiah.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026