
Pemkot Semarang tangani banjir di berbagai lokasi dampak hujan Ungaran

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani banjir yang terjadi di berbagai wilayah sebagai dampak hujan deras di wilayah tersebut.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Minggu, menjelaskan banjir terjadi akibat air kiriman dari daerah atas, yakni dari Ungaran.
Banjir terpantau menggenangi Perumahan Dinar Indah, Meteseh, serta beberapa titik di wilayah Rowosari, Sampangan, dan Mayangsari.
"Penyebab banjir di Dinar Indah adalah intensitas hujan yang sangat lebat di wilayah hulu, tepatnya Ungaran bagian timur," katanya.
Aliran Sungai Babon dari hulu sampai ke hilir mengalami debit tinggi sehingga mengakibatkan luapan yang menggenangi pemukiman warga.
Merespons kondisi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari DPU, BPBD, Damkar, Dinsos, hingga jajaran TNI-Polri (Brimob, Polsek, Koramil) dikerahkan untuk memperkuat tanggul yang kritis.
Di Perumahan Dinar Indah, penguatan dilakukan sepanjang 30 meter pada titik paling rawan limpasan air.
"Selain pemasangan ribuan 'sandbag' (karung pasir), tanggul tersebut nantinya akan kita pasang trucuk bambu untuk penguatan struktur. Ini langkah darurat paling efektif agar tanggul tidak mudah tergerus jika ada kiriman air susulan," katanya.
Selain di Dinar Indah, ia juga memastikan petugas telah diterjunkan ke wilayah terdampak lainnya, terutama di Kelurahan Rowosari. Meliputi Perum Argo Residence, Perum Rowosari Megah Asri 2, dan Perumahan Grand Permata Tembalang, serta wilayah Sampangan dan Mayangsari.
"Kami terus menjalin komunikasi lintas sektoral, termasuk bersinergi dengan BBWS Pemali Juana sebelum, saat, dan pascakejadian," katanya.
Mengingat Sungai Babon merupakan kewenangan pusat, pihaknya terus berkoordinasi secara intensif untuk mencari solusi permanen agar warga tidak terus-menerus was-was setiap hujan lebat.
Hingga Minggu tim teknis masih terus bekerja di lapangan untuk memastikan seluruh titik rawan telah tertangani, dan tenaga operasional lapangan terus disiagakan di titik-titik rawan genangan.
"Saat ini kami memantau radar BMKG secara 'real-time' karena cuaca masih sangat dinamis. Seluruh tenaga dan stok 'sandbag' tambahan sudah disiagakan sebagai antisipasi jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi sore nanti," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
