Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot data infrastruktur rusak pascabanjir Ngaliyan dan Tugu

Sabtu, 16 Mei 2026 23:18 WIB
Image Print
Petugas dari Dinas Perumahan dan Wilayah Permukiman Kota Semarang melakukan penanganan dampak banjir di wilayah Tugu dan Ngaliyan, Semarang, Sabtu (16/5/2026). ANTARA/HO-Pemkot Semarang

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang masih melakukan pendataan dan survei atas kerusakan jalan lingkungan serta fasilitas permukiman warga yang terdampak banjir di wilayah Ngaliyan dan Tugu.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang Murni Ediati di Semarang, Sabtu, mengatakan pendataan dilakukan agar proses perbaikan dapat segera dilakukan sesuai tingkat kerusakan di lapangan.

"Untuk jalan lingkungan dan fasilitas permukiman warga, hari ini tim Disperkim mulai melakukan survei dan identifikasi kerusakan sebagai dasar penanganan lanjutan," katanya.

Ia juga memberikan penjelasan terkait video yang beredar di media sosial mengenai kondisi jalan rusak pascabanjir di Ngaliyan dan Tugu.

Menurut dia, jalan yang terlihat dalam video tersebut merupakan jalan utama yang terdampak luapan sungai sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi lintas kewenangan.

"Kerusakan tersebut terjadi akibat luapan arus sungai yang berdampak langsung pada badan jalan," kata Pipie, sapaan akrabnya.

Karena berkaitan dengan aliran sungai dan tanggul, penanganannya dilakukan melalui koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dengan dukungan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.

Ia menjelaskan bahwa penanganan persoalan tersebut dibagi sesuai kewenangan agar bisa lebih cepat dan tepat, yakni Disperkim fokus pada jalan lingkungan dan kawasan permukiman warga.

Sedangkan untuk jalan utama yang terdampak luapan sungai, kata dia, dilakukan koordinasi bersama BBWS Pemali Juana dan DPU Kota Semarang.

Meski demikian, Pemkot Semarang menegaskan seluruh jajaran tetap bergerak bersama di lapangan untuk memastikan penanganan tidak berjalan parsial atau sendiri-sendiri.

Selain pembersihan lumpur dan sampah, koordinasi percepatan perbaikan infrastruktur juga terus dilakukan agar akses dan aktivitas masyarakat dapat segera pulih kembali.

"Yang terpenting bagi kami saat ini adalah memastikan warga tetap terlayani dan seluruh penanganan berjalan secepat mungkin sesuai kondisi di lapangan," katanya.

Sebelumnya, banjir terjadi membawa material lumpur di jalur vital Silayur dan mengakibatkan tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, jebol, Jumat (25/5) malam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat setidaknya 556 kepala keluarga atau lebih dari 1.858 jiwa terdampak banjir di wilayah Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat.

Intensitas hujan yang sangat tinggi di wilayah hulu Ungaran bagian timur serta wilayah lokal Ngaliyan memicu limpasan air yang tidak terbendung di aliran Sungai Silandak dan Sungai Plumbon.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026