Logo Header Antaranews Jateng

Bupati Blora pantau lonjakan transaksi hewan ternak jelang kurban

Sabtu, 16 Mei 2026 23:22 WIB
Image Print
Bupati Blora Arief Rohman saat memantau aktivitas jual beli sapi di Pasar Hewan Pasar Pon Blora menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Sabtu (16/5/2026). (ANTARA/Gunawan.)

Blora (ANTARA) - Bupati Blora, Jawa Tengah Arief Rohman memantau aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Pon Blora yang mengalami lonjakan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, sekaligus memantau kesehatan hewan ternak yang dijual.

"Kami minta para pedagang agar tetap menjaga kesehatan hewan ternak dan memastikan sapi yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat serta layak untuk kurban," ujarnya di sela-sela meninjau Pasar Pon Blora, Sabtu.

Ia berharap aktivitas perdagangan bisa terus meningkatkan kesejahteraan peternak dan pedagang lokal, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Selain memantau aktivitas perdagangan dan kesehatan hewan ternak, Arief juga menyerap aspirasi dari para peternak, salah satunya terkait kondisi lantai pasar yang licin. Sehingga Pemkab Blora perlu memprioritaskan untuk pavingisasi agar hewan ternak tidak terpeleset.

Selain itu, petugas turut melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan pengangkut sapi di Pasar Hewan Pasar Pon Blora guna mencegah penyebaran penyakit hewan ternak menjelang Idul Adha.

Kegiatan pemantauan dilakukan untuk memastikan lalu lintas hewan ternak berjalan lancar dan tidak ada penyebaran penyakit, sekaligus melihat meningkatnya geliat ekonomi masyarakat pada momentum musim kurban.

Dalam kunjungannya, Bupati melihat langsung ramainya transaksi sapi yang meningkat signifikan dibanding hari biasa. Jika pada hari normal penjualan sapi berkisar 300 ekor, maka menjelang Idul Adha jumlah transaksi meningkat hingga mencapai 600–800 ekor sapi.

Menurut dia, tingginya permintaan hewan kurban memberikan dampak positif bagi peternak maupun pedagang sapi di Kabupaten Blora.

Di Pasar Pon Blora, jenis sapi yang paling banyak diperjualbelikan untuk kebutuhan kurban antara lain sapi Limousin, Simental, dan Peranakan Ongole (PO).

Dengan harga rata-rata sapi sekitar Rp15 juta per ekor, perputaran uang di Pasar Pon Blora diperkirakan mencapai Rp9 miliar hingga Rp12 miliar per pasaran, selama momentum menjelang Idul Adha.

Jiranto, salah satu peternak sapi asal Kunduran, Blora mengatakan, harga sapi menjelang Idul Adha mengalami kenaikan sekitar Rp2 juta hingga Rp3 juta per ekor dibanding hari biasa.

"Beda sekali kalau menjelang kurban seperti sekarang. Selisih harganya lumayan," ujarnya.

Menurut dia, tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban membuat transaksi sapi di pasar semakin ramai. Sapi yang dibawa ke pasar rata-rata langsung terjual tanpa harus lama disimpan.

"Tadi bawa enam ekor sapi, Alhamdulillah tinggal satu ekor. Dari rumah langsung dibawa ke pasar," ujarnya.

Meski demikian, penjualan sapi menjelang Idul Adha tahun ini dinilai cukup menggembirakan bagi para peternak. Dalam sehari bisa menjual enam ekor sapi dengan omzet mencapai Rp31 juta.

Ia menjelaskan, hewan ternak yang dibeli dari Pasar Pon Blora dipasarkan ke berbagai daerah di Pulau Jawa, mulai wilayah Jawa Barat seperti Cirebon, Jawa Tengah seperti Boyolali, Grobogan, Pati, dan Blora, hingga Jawa Timur seperti Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Ngawi, dan Lumajang.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026