Semarang (ANTARA) - Sebanyak 510 siswa SD dari 17 sekolah di Kota Semarang ikut ambil bagian dalam ajang Festival SenengMinton 2025 yang berlangsung di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro Semarang.
Pertandingan yang digelar Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah, Selasa, itu, diikuti siswa dari kelas I hingga 3 SD.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan penyelenggaraan Festival SenengMinton bertujuan untuk menyemai rasa cinta terhadap olahraga bulu tangkis dengan cara yang menyenangkan agar siswa dapat menikmati permainan sambil belajar.
Ia menjelaskan pertandingan tersebut menggunakan format "fun games" yang inklusif yang diharapkan menjadi titik awal proses pembinaan hingga terlahir regenerasi pebulutangkis andal untuk masa depan Indonesia.
"Dalam Festival SenengMinton ini kami ingin mengobarkan semangat dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bulutangkis dari level usia dini," katanya.
Melalui ajang tersebut, kata dia, diharapkan proses pembibitan dapat dimulai dengan cara yang terstruktur dan masif.
"Kami yakin membentuk atlet yang tangguh dan andal dimulai dari rasa senang terhadap jenis olahraganya. Melalui festival ini, kami ingin kenalkan dan membawa perlombaan yang dapat memicu motivasi siswa untuk menggeluti dunia bulutangkis," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng Basri Yusuf menyampaikan bahwa ajang Festival SenengMinton menjadi salah satu langkah untuk mendeteksi dan menumbuhkan bibit-bibit pebulutangkis berbakat sejak usia dini.
Menurut dia, perlombaan tersebut juga menjadi sarana edukatif yang dirancang agar para siswa lebih mengenal dan mencintai olahraga bulutangkis.
"Seluruh rangkaian kegiatan Festival SenengMinton kami kemas dengan unsur-unsur yang berkaitan langsung dengan bulutangkis, sekaligus sebagai upaya untuk mensosialisasikan olahraga ini kepada siswa sekolah dasar," katanya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan minat bermain bulutangkis, baik di kalangan anak-anak maupun orang tua mereka.
"Melalui dukungan masyarakat terhadap kegiatan di tingkat kabupaten dan kota, kami yakin proses pembinaan atlet dari akar rumput akan semakin kuat," katanya.
Terpilihnya Kota Semarang, dinilainya bukan tanpa alasan sehingga berharap melalui gelaran Festival SenengMinton dapat mengidentifikasi calon pebulutangkis secara cepat.
"Sehingga para siswa dapat menjadi bagian dalam proses regenerasi atlet bulutangkis yang terstruktur dan berkelanjutan," katanya.
Selain Kota Semarang, Festival SenengMinton juga telah diselenggarakan di berbagai kota di Jawa Tengah seperti Kudus (23-24 Juni) Solo (23 September) dan Purwokerto (8 November).

