Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengemukakan keselarasan kebijakan Pemerintah Kota Magelang dan Pemerintah Kabupaten Magelang meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, pariwisata, dan kesehatan.
"Kita ini (Kota Magelang dan Kabupaten Magelang) kan satu, akarnya sama, akar budayanya sama, dan akhirnya seluruh kebijakan ini kami harapkan juga bisa linier juga. Tidak ada dikotomi Kota dan Kabupaten Magelang," katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang diterima di Magelang, Kamis.
Ia mengatakan ha tersebut terkait dengan pelaksanaan diskusi kelompok terpumpun "Penguatan Sinergitas Kerja Sama Antar Daerah" diselenggarakan Pemkot Magelang dan Pemkab Magelang di "Omah Budur" Kabupaten Magelang, Rabu (3/12). Kegiatan dihadiri, antara lain Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, pimpinan DPRD, sekretaris daerah, dan para kepala organisasi perangkat daerah, berasal dari kedua wilayah.
Secara geografis, kata dia, wilayah kota dan kabupaten sebagai sama dan hanya dibedakan oleh administrasi. Oleh karena itu, semua kebijakan diharapkan dapat selaras, tidak ada dikotomi antara keduanya.
Ia mengatakan posisi "Magelang Raya" sebagai strategis. Kota Magelang berperan sebagai pusat layanan urban, sedangkan Kabupaten Magelang menjadi penyangga pariwisata nasional dengan potensi lahan, pertanian, dan sumber daya alamnya.
Peran keduanya, katanya, sebagai pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur membuat kerja sama bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis.
Menurut dia, diskusi kelompok terpumpun tersebut sebagai pertemuan penting bagi kedua daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam pelayanan publik dan pembangunan kawasan “Magelang Raya”.
"(Pertemuan) ini wujud keseriusan kolaborasi Kota Magelang dan Kabupaten Magelang melalui nota kesepahaman untuk menyatukan kebijakan," ujarnya.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan pelayanan masyarakat sebagai prioritas utama kedua pemerintah daerah "Magelang Raya".
Ia mengaku ingin menghilangkan dikotomi administratif antara kedua wilayah demi efisiensi dan keseragaman pelayanan.
"Tadi sudah disampaikan Pak Wali Kota. Kita itu sama. Kuncinya di pelayanan. Saya dan Pak Wali Kota sama-sama bertugas untuk melayani masyarakat kok," ucap dia.
Oleh karena itu, kata dia, perlu menyamakan persepsi dan standar pelayanan, termasuk perluasan jangkauan layanan jasa Kota Magelang yang juga harus mempertimbangkan demografi yang lebih luas.
"Nah kita samakan persepsi, standar pelayanan seperti apa, bagaimana melayani masyarakat, bidang apa yang akan kita layani. Kita rembug itu," katanya.

