Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah bersama TNI Angkatan Laut melanjutkan pencarian 14 anak buah kapal (ABK) KM Riszky Mina 3 yang dikabarkan hilang kontak di perairan Laut Jawa sejak 11 November 2025.
Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Kamis, mengatakan saat ini pihaknya berupaya memberikan dukungan dan kejelasan kepada keluarga nelayan yang dikabarkan hilang meski pencarian secara formal telah dihentikan oleh Basarnas.
"Kami telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Akan tetapi secara formil standar operasional prosedur selama tujuh hari proses pencarian pada korban memang sudah dihentikan namun secara informal (pencarian) tetap berjalan ," katanya.
Ia meminta kepada keluarga nelayan melakukan ikhtiar batin dan berdoa agar korban masih dalam kondisi terbaik serta selamat dari musibah itu.
"Kami berharap keluarga korban juga bersabar dan bersiap diri dengan hasil apa pun nantinya," katanya.
Sebagai bentuk kepedulian atas kabar hilangnya 14 ABK KM Rizky Mina 3 ini, pihaknya telah memberikan bantuan berupa uang Rp2 juta dan sembako kepada masing-masing keluarga korban.
"Ya, bantuan itu untuk membantu kebutuhan keluarga nelayan sambil menunggu kabar pulangnya mereka dengan kondisi apa pun yang terjadi," katanya.
Dia menjelaskan dengan intensitas curah hujan cukup tinggi yang diperkirakan terjadi pada Desember 2025 hingga Januari 2026, para nelayan bisa memprioritaskan keselamatan dan menyiapkan kondisi kapal untuk berlayar.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang Teguh Tarmujo mengatakan kejadian hilang kontak dengan nelayan KM Rizky Mina 3 memasuki hari ke-23 sehingga kondisi ini menimbulkan keresahan semua pihak.
"KM Rizky Mina 3 ini memang berlayar dengan waktu sekitar 22 hari. Oleh karena itu, sekecil peluang toleransi kami berharap para ABK kapal bisa ditemukan dan dalam kondisi selamat," katanya.
Baca juga: KM Soneta asal Rembang tenggelam di Karimunjawa, tujuh ABK masih hilang

