Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, mengidentifikasi berdirinya beberapa industri dan anglomerasi industri sebagai motor penggerak utama perekonomian di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Batang Industrial Park akan berdampak pada penyerapan puluhan ribu tenaga kerja lokal.
Bupati Batang Faiz Kurniawan, di Batang, Rabu (3/12), mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan penyerapan tenaga kerja bisa mencapai 70 ribu orang bahkan sampai 100 ribu orang ketika industri di KEK dan Batang Industrial Park sudah beroperasi penuh pada 2027.
"Daya serap tenaga kerja sebesar itu tidak akan dapat dipenuhi oleh sumber daya manusia lokal saja, sehingga diperkirakan akan terjadi gelombang migrasi tenaga kerja dari daerah lain," katanya.
Menurut dia, kondisi tersebut tentunya akan berimplikasi langsung dengan meningkatnya kebutuhan permukiman, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan yang harus diantisipasi mulai dari sekarang.
Demikian pula, kata dia lagi, laju pertumbuhan ekonomi daerah telah menunjukkan percepatan yang signifikan dengan realisasi 7,5 persen pada kuartal kedua 2024.
"Pencapaian ini, sebenarnya adalah target yang kami canangkan untuk 2027. Ini artinya, Kabupaten Batang melesat lebih cepat dari perkiraan semula," katanya pula.
Faiz Kurniawan menyampaikan apresiasi dan rasa hormat pada para media yang selama ini ikut berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan informasi dan mengawal pembangunan daerah.
"Saya menghormati dan menghargai rekan wartawan yang telah menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat," katanya lagi.
Baca juga: KEK Batang: Enam perusahaan tanamkan modal Rp456,76 miliar

