Logo Header Antaranews Jateng

UMS dorong penguatan fundraising dan digitalisasi Lembaga Filantropi Diaspora di Turki

Kamis, 4 Desember 2025 17:31 WIB
Image Print
Tim Pengabdian melakukan FGD secara langsung dengan menghadirkan Mucahit Cetin dari Organisasi Wakaf Yedihilal yang membahas tentang pengelolaan lembaga ZISWAF di Turki melalui pendidikan. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong penguatan fundraising dan digitalisasi Lembaga Filantropi Diaspora di Turki dengan terus memperluas kontribusi internasional dalam pengembangan lembaga filantropi berbasis Muhammadiyah. 

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat-Kemitraan Internasional (PKM-KI), UMS melaksanakan kegiatan bertema Penguatan Kapasitas Fundraising dan Digitalisasi Organisasi LazisMu Turki Berbasis Nilai Kemuhammadiyahanz

Program ini diketuai oleh Prof. Dr. Muzakar Isa, S.E., M.Si., CSBA., CIPE bersama tim yang terdiri dari Dr. Aflit Nuryulia Praswati, S.E., M.M., Nurul Latifatul Inayati, S.Pd.I., M.Pd.I., Ahmada Auliya Rahman, S.E., dan Rahmatdi, S.E., M.Acc. Mitra kegiatan adalah LazisMu Turki yang menaungi aktivitas filantropi dan kemanusiaan diaspora Indonesia di Istanbul dan sekitarnya, bekerja sama dengan LazisMu Jawa Tengah.

Muzakar Isa menjelaskan kebutuhan penguatan strategi fundraising dan optimalisasi platform digital menjadi dasar pelaksanaan program tersebut. 

“LazisMu Turki memiliki peran penting dalam pemberdayaan diaspora. Karenanya diperlukan strategi penghimpunan dana dan tata kelola digital yang lebih sistematis dan profesional,” ujarnya.

Pelaksanaan program telah dimulai sejak Juni hingga Oktober 2025 dengan berbagai agenda, mulai dari webinar tematik, Focus Group Discussion (FGD) hingga pendampingan pengembangan website organisasi. Para narasumber berasal dari UMS, LazisMu Jawa Tengah, serta Organisasi Wakaf Yedihilal Turki yang memberikan perspektif internasional dalam tata kelola ZISWAF.

Perwakilan LazisMu Turki menyampaikan apresiasi atas pendampingan tersebut karena memberikan pemahaman praktis terkait pengelolaan ZISWAF di tingkat diaspora. Selain itu, program ini mendorong peningkatan transparansi dan profesionalitas lembaga melalui digitalisasi layanan dan edukasi publik.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap kapasitas LazisMu Turki dalam penghimpunan dana dan pengelolaan sistem digital semakin kuat. 

“Tujuan akhirnya adalah memperluas manfaat bagi masyarakat diaspora Indonesia di Turki secara berkelanjutan,” terang Dekan FEB UMS itu.



Pewarta :
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026