Kudus (ANTARA) - Kejuaraan atletik seri 2 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak karena dinilai mampu mendorong pembinaan atletik usia dini secara berjenjang dan berkelanjutan, kata Pengurus Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kudus Noor Akhmad.
"Ajang ini disebut sebagai salah satu seri atletik pertama di Indonesia yang memiliki format kompetisi berkelanjutan dari seri 1, 2, dan seterusnya," ujar Noor Akhmad, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PASI Kabupaten Kudus usai upacara penghormatan pemenang (UPP) Athletics Challenge 2025 Seri 2 di Supersoccer Arena Rendeng, di Kudus, Sabtu.
Ia menyampaikan perlombaan atletik ini menjadi salah satu langkah strategis dalam proses regenerasi dan pembinaan atlet sejak usia dini.
Menurut Noor upaya pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan ini membuktikan Kudus mampu melahirkan atlet-atlet bertalenta, termasuk tampil di ajang bergengsi seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 hingga Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).
"MilkLife Athletics Challenge memberikan ruang kepada atlet Kudus agar memiliki wadah untuk berkompetisi sebagai bagian dari pembinaan yang berkesinambungan mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTS hingga SMA," ujarnya.
Ia mendorong para atlet untuk bergabung di klub sehingga harapannya dapat menembus kompetisi ke tingkat yang lebih tinggi. Karena tim Kudus untuk Porprov nanti juga diperkuat oleh atlet-atlet jebolan MilkLife Athletics Challenge ini.
Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengatakan penyelenggaraan MilkLife Athletics Challenge bertujuan untuk memberikan pengalaman bertanding yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan gerak dasar atletik sejak usia dini.
Selain melatih fisik dan teknik, kata dia, ajang tersebut diharapkan mampu membangun karakter positif para peserta seperti percaya diri, sportivitas, tanggung jawab serta kejujuran.
"Hal ini juga merupakan salah satu upaya menjaga mata rantai regenerasi atlet cabang olahraga atletik yang akan mendulang prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Perwakilan PASI Jawa Tengah Firdaus yang mendukung proses pembinaan atlet usia dini di Kudus. Diharapkan lewat turnamen ini menjadi harapan baru munculnya generasi atletik yang unggul dan nantinya membawa nama Kudus ke level yang lebih tinggi.
Ajang perlombaan Athletics Challenge Seri 2 2025 terdapat empat divisi umur, yakni KU 10, KU 12, KU 15, dan KU 18, serta 22 nomor yang dilombakan. Sedangkan jumlah pesertanya sebanyak 2.188 murid dari 184 Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Kudus dan sekitarnya.
Tim SMA NU Al Ma'ruf berhasil merebut gelar juara umum KU 18 dengan mengemas 8 emas, 6 perak, dan 4 perunggu. Tim atletik SMA NU Al Ma'ruf yang dibina Miqdam Maulana itu tampil solid dengan kekuatan 18 atlet.

