
Ratusan guru PAUD Jawa Tengah dilatih koding dan robotik

Semarang (ANTARA) - Ratusan guru pendidikan anak usia dini (PAID) dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti pelatihan koding dan robotik di Wisma Perdamaian Semarang, Rabu, sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di dunia pendidikan.
Kegiatan bertajuk "Praktik Pembelajaran Mendalam, Coding, dan Robotic Berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics)" itu digagas oleh Bunda PAUD Jateng Nawal Arafah Yasin bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jateng, dan Rumah Edukasi.
Bunda PAUD Jateng Nawal Arafah Yasin mengatakan pengenalan koding dan robotik sejak usia dini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus direspons dunia pendidikan.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi pendidikan anak usia dini agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital.
"Targetnya pendidikan di Jateng harus beradaptasi, terintegrasi dengan teknologi. Tentunya implementasi ini bukan hanya sebuah pilihan, tapi merupakan kebutuhan," katanya usai membuka kegiatan.
Menurut dia, pembelajaran berbasis teknologi mampu membantu anak-anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan sistematis.
Selain itu, metode pembelajaran tersebut juga melatih kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, hingga kerja sama dalam tim.
Ia menjelaskan aktivitas koding dan robotik yang dikemas melalui permainan edukatif, turut mengajarkan nilai kolaborasi sejak dini, selain juga mengusung nilai pendidikan karakter.
"Pada kegiatan hari ini kita tadi memiliki empat tagar, satu kerja sama, tidak dengan gawai, kemudian juga antiperundungan, dan bijak digital,” kata istri Wagub Jateng tersebut.
Pelatihan itu juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025, yang mengatur pengintegrasian mata pelajaran Koding dan Artificial Intelligence, ke dalam kurikulum pendidikan, mulai jenjang PAUD hingga SMA.
"Jadi, harapannya nanti di setiap PAUD yang ada setelah kepala sekolah dan gurunya dilatih, ini bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing," kata dia.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jateng Sunarto mengatakan pengenalan konsep berpikir komputasional perlu dilakukan sejak dini, melalui metode yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Ia menilai pembelajaran robotik dan koding sederhana dapat menjadi media efektif untuk mengenalkan logika, pola berpikir sistematis, kreativitas, serta kemampuan sosial dan emosional melalui aktivitas bermain sambil belajar.
"Melalui pendekatan STEAM, kegiatan robotik dan koding tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan unsur sains, rekayasa, seni, dan matematika, ke dalam pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak usia dini," katanya.
Guru TK Negeri Pembina Kabupaten Batang Alim Sri Mardiyani mengaku pelatihan koding dan robotik memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan teknologi, dalam pembelajaran anak usia dini, apalagi sekolahnya telah memanfaatkan teknologi digital dalam proses belajar mengajar.
"Kami sendiri sudah menggunakan teknologi, papan interaktif digital yang besar itu. Anak-anak jadi lebih tertarik kalau kami mengajak dengan video maupun gim," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
