BMKG Banjarnegara bakal sosialisasikan alat penyebarluasan info gempa

id BMKG,Banjarnegara,Jateng,alat info gempa,tsunami,Warning Receiver System (WRS) NewGen

BMKG Banjarnegara bakal sosialisasikan alat penyebarluasan info gempa

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara), Jawa Tengah Setyoajie Prayoedhie. (FOTO ANTARA/Wuryanti PS)

Banjarnegara, Jateng (ANTARA) - Stasiun Geofisika (BMKG) Banjarnegara akan menyosialisasikan alat penyebarluasan informasi gempa dan peringatan dini tsunami generasi terbaru yakni Warning Receiver System (WRS) NewGen di 13 lokasi di Jawa Tengah.

"Ada 13 lokasi di Jawa Tengah yang akan menjadi lokasi sosialisasi Warning Receiver System (WRS) NewGen," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie di Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu.

Dia menyebutkan agenda sosialisasi yang pertama akan dilakukan pada Senin (31/8) 2020 di Kantor Bupati Kebumen dan Kantor BPBD Cilacap lalu menyusul wilayah yang lainnya.

Baca juga: Stageof Banjarnegara pasang sistem peringatan dini gempa bumi

Dia menjelaskan alat penyebarluasan informasi gempa dan peringatan dini tsunami tersebut memiliki nama Warning Receiver System (WRS) NewGen yang merupakan teknologi terobosan baru.

"Alat ini memberikan informasi gempa secara lebih cepat karena bersifat waktu nyata secara otomatis dari BMKG," katanya.

Dia juga kembali menjelaskan bahwa percepatan penyebarluasan informasi gempa dan peringatan dini tsunami ini memastikan para pemangku kebijakan dapat mengambil langkah penting selanjutnya secara cepat dalam penanganan bencana, sehingga memberikan manfaat nyata dalam menyelamatkan masyarakat dari bencana.

"WRS NewGen dapat menyajikan informasi dalam waktu kurang dari tiga menit bahkan bisa dalam waktu dua menit setelah terjadi gempa, sehingga meskipun parameternya bersifat sementara namun dapat digunakan oleh BPBD atau pemangku kebencanaan untuk segera mengambil respons cepat guna melakukan langkah-langkah upaya mitigasi sehingga diharapkan dapat mengurangi korban jiwa dan dampak gempa lainnya secara dini," katanya.

Terpasangnya alat tersebut diharapkan dapat meningkatkan performa penyebarluasan informasi gempa dan peringatan dini tsunami dari BMKG Pusat Jakarta ke kantor unit pelaksana teknis BMKG, pemerintah daerah, kementerian lembaga, media dan lembaga lain yang terkait penanganan bencana, khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

Dia juga menjelaskan sebelumnya BMKG berencana memasang 14 alat namun dalam perkembangannya ditambah menjadi 16 alat

Pemasangan alat tersebut dilakukan di Kantor Stageof Banjarnegara, TVRI Semarang, RRI Purwokerto, BPBD Blora, BPBD Grobogan, BPBD Boyolali, BPBD Wonogiri, BPBD Klaten, BPBD Pekalongan, BPBD Pemalang, BPBD Batang, BPBD Tegal, BPBD Banyumas, BPBD Cilacap, BPBD Provinsi Jateng dan Kantor Bupati Kebumen.

"Kami berharap dengan adanya alat ini, maka akan dapat mempercepat respons dalam penanganan bencana, sehingga dapat memberikan manfaat nyata dalam menyelamatkan masyarakat Indonesia dari bencana," demikian Setyoajie Prayoedhie.

Baca juga: Akademisi: Teknik mitigasi gempa difokuskan untuk peringatan dini

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar