Ratusan mahasiswa dari 54 PTM se-Indonesia ikuti PSM di UMP

id PSM PTM,pentas seni mahasiswa, perguruan tinggi muhammadiyah

Ratusan mahasiswa dari 54 PTM se-Indonesia ikuti PSM di UMP

Dari kiri ke kanan: Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMP Agus Mulyadi, S.P., Rektor UMP Dr. Anjar Nugroho, dan Wakil Rektor UMP Bidang Kemahasiswaan Ir. Aman Suyadi saat menggelar konferensi pers terkait dengan kegiatan Pentas Seni Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah Ke-4 Tahun 2019 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, 13-15 Agustus 2019. (Foto: Sumarwoto)

Tujuan utama dari PSM ini tentunya silaturahmi antar-Perguruan Tinggi Muhammadiyah, saling berinteraksi. Yang kedua, sebagai ajang untuk kompetisi bagi mahasiswa yang mempunyai bakat seni di masing-masing PTM,
Purwokerto (ANTARA) - Sebanyak 478 mahasiswa dari 54 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Indonesia mengikuti kegiatan Pekan Seni Mahasiwa (PSM) PTM Ke-4 Tahun 2019 di Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, 13-15 Agustus.

"Kegiatan ini akan dibuka secara resmi nanti malam dan akan berlangsung hingga tanggal 15 Agustus 2019," kata Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr. Anjar Nugroho saat menggelar konferensi pers mengenai pelaksanaan kegiatan PSM PTM Ke-14 Tahun 2019 di Purwokerto, Selasa.

Konferensi pers yang digelar di Ruang Sidang Kantor Pusat UMP tersebut dihadiri Wakil Rektor UMP Bidang Kemahasiswaan Ir. Aman Suyadi serta Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMP Agus Mulyadi, S.P.

Lebih lanjut, dia mengatakan ada 19 jenis yang dilombakan dalam kegiatan tersebut, antara lain MTQ, seni lukis, sastra, seni musik, teater, dan sinematografi serta pergelaran seni nonlomba.

Baca juga: Ketum PP Muhammadiyah minta UMP menjadi pusat pencerahan

"Tujuan utama dari PSM ini tentunya silaturahmi antar-Perguruan Tinggi Muhammadiyah, saling berinteraksi. Yang kedua, sebagai ajang untuk kompetisi bagi mahasiswa yang mempunyai bakat seni di masing-masing PTM," ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya menargetkan delegasi UMP dapat meraih predikat juara umum dalam ajang tersebut karena dalam PSM PTM Ke-3 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Jakarta, delegasi UMP menempati peringkat juara dua.

Menurut dia, ajang PSM PTM Ke-4 tersebut menjadi arena pemanasan bagi delegasi UMP sebelum mengikuti kegiatan Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) Tingkat Jawa Tengah yang akan dilanjutkan dengan Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksimnas).

"Selain menjadi tuan rumah penyelenggaraan PSM PTM Ke-4, UMP juga akan menyelenggarakan kegiatan pemecahan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) berupa makan es krim yang terbuat dari ubi jalar," katanya.

Baca juga: Fakultas Pertanian UMP temukan inovasi es krim dari ubi jalar

Anjar mengatakan kegiatan yang akan dilaksanakan pada Rabu (14/8) itu ditargetkan melibatkan minimal 3.000 orang, baik mahasiswa UMP, peserta PSM PTM, pelajar, dan masyarakat sekitar.

Menurut dia, kegiatan pemecahan rekor Muri tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia dan menyosialisasikan es krim berbahan baku ubi jalar buatan Tim Fakultas Pertanian UMP.

"Kalau es krim itu biasanya terbuat dari susu dan mengandung bahan kimia serta kandungan lemaknya cukup tinggi. Namun es krim ini lebih rendah lemak, berserat, dan lebih sehat," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor UMP Bidang Kemahasiswaan Ir. Aman Suyadi mengatakan kegiatan PSM Muhammadiyah/Aisiyah merupakan agenda rutin Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) bersama Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

"Sejak dua tahun lalu atau setelah kegiatan PSM PTM Ke-3 di UM Jakarta, UMP diberi amanah sebagai tuan rumah penyelenggaraan PSM PTM Ke-4 Tahun 2019," ucapnya.

Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMP Agus Mulyadi, S.P. mengatakan berdasarkan data, vokal tunggal dengan menyanyikan lagu rohani merupakan tangkai lomba bergengsi karena selalu diikuti banyak peserta.

"Dalam ajang PSM PTM Ke-4 ini, diikuti sekitar 70 peserta, paling banyak di antara tangkai lomba lainnya," katanya. 
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar