Ketum PP Muhammadiyah minta UMP menjadi pusat pencerahan

id pelantikan rektor ump

Ketum PP Muhammadiyah minta UMP menjadi pusat pencerahan

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir (tengah) saat menyaksikan penandatangan berita acara pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) oleh Rektor UMP Dr. Anjar Nugroho, M.S.I., M.H.I. (kanan) dan Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Muhammadiyah Dr. Muhammad Samsudin (kiri) di Aula A.K. Anshori, Gedung Rektorat Lantai 3, UMP, Sabtu (13/4/2019). (Foto: Sumarwoto)

Purwokerto (ANTARA) - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengharapkan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menjadi pusat pencerahan.

"Ada tiga hal yang saya pesankan. Satu, menjadi kekuatan penggerak misi dakwah dan 'tajdid' atau pembaruan," katanya usai pelantikan Dr. Anjar Nugroho, M.S.I., M.H.I. sebagai Rektor UMP di Aula A.K. Anshori, Gedung Rektorat UMP Lantai 3, Purwokerto, Sabtu.

Sementara yang kedua, lanjut dia menjadi pusat keunggulan (center of excellence) untuk kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.

Ia menambahkan pesan ketiga, UMP diharapkan menjadi pusat pencerahan masyarakat, termasuk dalam kehidupan politik.

Saat memberi amanat dalam acara pelantikan Rektor UMP, Haedar mengatakan ada tiga fungsi strategis yang perlu menjadi perspektif setiap pimpinan dalam mengembangkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, salah satunya pusat keunggulan.

"Jadikan kampus ini dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah pada umumnya sebagai 'center of excellence', menjadi 'Uswah Hasanah', pusat keunggulan kampus di manapun," terangnya.

Lebih lanjut, Haedar mengemukakan Perguruan Tinggi Muhammadiyah akan ber-'fastabiqul khairat' (berlomba-lomba melakukan kebaikan, red.) di tengah perubahan zaman dan tantangan revolusi industri 4.0.

"Kampus-kampus kita harus punya standar keunggulan diatas rata-rata, baik itu keunggulan akademik, pengabdian pada masyarakat, bahkan juga Tri Dharma yang tepat untuk peran-peran kemanusiaan," tegasnya.

Pengambilan sumpah dan pelantikan Dr. Anjar Nugroho, M.S.I., M.H.I. sebagai Rektor UMP tersebut dilakukan oleh Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Muhammadiyah Dr. Muhammad Samsudin.

Anjar Nugroho merupakan rektor terpilih hasil Pemilihan Rektor UMP Periode 2019 hingga 2023 yang dilakukan oleh Senat Perguruan Tinggi Muhammadiyah tersebut untuk menggantikan Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, S.H., M.H. yang akan berakhir pada tanggal 30 Juni 2019.

Oleh karena Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, S.H., M.H. meninggal dunia pada tanggal 5 April 2019, pelantikan rektor terpilih dipercepat demi kelancaran program kegiatan di UMP.

"Pada hari ini kami dilantik sebagai Rektor UMP periode 2019 hingga 2023, yang merupakan Rektor ke-7 dalam sejarah UMP," kata Anjar Nugroho saat memberikan sambutan.

Menurut dia, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap UMP kini makin hari makin tinggi yang dibuktikan dengan tren penerimaan mahasiswa baru yang setiap tahunnya meningkat.

"Jumlah total mahasiswa UMP hampir 13 ribu. Akreditasi institusi B, secara keseluruhan akreditasi prodi (program studi_ adalah B dan A. Berdasarkan 'Unirank', rangking UMP di level nasional adalah 40 dari total PTN/PTS se-Indonesia yang berjumlah sekitar 4.400," jelasnya.

Ia mengatakan untuk meningkatkan kualitas UMP diperlukan akselerasi di antaranya akselerasi akreditasi, paling tidak dalam empat tahun mendatang, program studi yang terakreditasi A minimal mencapai 50 persen. "Kami juga ingin mencapai akreditasi perguruan tinggi (APT) dengan nilai A," ujarnya. ***3***
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar