
Delegasi Undip Semarang ikuti program kolaborasi industri di Jepang

Semarang (ANTARA) - Direktur Inovasi, Hilirisasi, dan Kerja Sama Universitas Diponegoro (Undip) Semarang drh Dian Wahyu Harjanti, Ph.D. mengikuti Knowledge Co-Creation Program University Management in Industry, Academia Collaboration di Jepang.
"Program ini diikuti 12 peserta dari perguruan tinggi di Indonesia yang bertanggung jawab dalam pengelolaan kolaborasi industri, akademisi, dan pemerintah," kata Dian di Semarang, Selasa.
Ia menjelaskan program pelatihan itu bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan metode dalam mendorong kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.
Pendekatan co-creation dilakukan melalui studi kasus Jepang serta pertukaran pengetahuan, personel, dan organisasi dengan mitra industri di Negeri Sakura.
Selama program, kata dia, peserta mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dengan Kementerian terkait untuk memahami bagaimana besarnya dukungan kebijakan Pemerintah Jepang terhadap kolaborasi akademisi-Industri.
Peserta juga melihat implementasi kolaborasi secara langsung di industri semikonduktor di Kyushu dan Yaskawa Electric Corporation.
Selain itu, berdiskusi dengan sejumlah universitas, seperti Kumamoto University, Kyushu Institute of Technology, dan NanoTerasu, Tohoku University.
"Kegiatan ini memperlihatkan praktik nyata kolaborasi industri dan akademisi, hilirisasi riset, pengembangan startup, serta dukungan pemerintah melalui pembangunan science technopark sebagai pusat inovasi terpadu di setiap prefektur," katanya.
Di akhir program, Dian memaparkan action plan di hadapan pimpinan JICA, yakni Badan Kerja Sama Internasional Jepang dan kementerian terkait, sekaligus menerima sertifikat penghargaan.
"Undip berkomitmen untuk mendorong transformasi dari universitas berbasis riset menjadi universitas berdampak melalui inovasi, hilirisasi teknologi, dan kemitraan strategis dengan industri dan pemerintah," katanya.
Direktorat Inovasi, Hilirisasi dan Kerjasama Undip mengemban tiga fungsi strategis, yaitu Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Technology Transfer Office, dan pengelola kerja sama
"Ini berperan penting dalam memperkuat kolaborasi akademisi, industri, dan pemerintah demi kemajuan pendidikan tinggi dan inovasi berbasis riset," katanya.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
