
UNDIP dan Pemkab Wonosobo bertekad tekan "zero dose"

Wonosobo (ANTARA) - Pusat Penelitian Kesehatan (Puslitkes) LPPM Universitas Diponegoro (UNDIP) dan UNICEF, bersama Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersinergi memperkuat gerakan lintas sektor dalam upaya menurunkan angka anak zero dose imunisasi.
Ketua Pusat Penelitian Kesehatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDIP Martini di Wonosobo, Selasa, menyampaikan penguatan literasi dan komunikasi publik menjadi kunci penting dalam meningkatkan permintaan masyarakat terhadap layanan imunisasi.
"Capaian program imunisasi ini menjadi momentum bagi kami untuk mengoptimalkan edukasi, terutama dalam memperluas akses informasi, meningkatkan pemahaman masyarakat, serta memberikan penjelasan yang menenangkan terkait keamanan KIPI atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi," katanya.
Menurut dia, strategi demand creation perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, peningkatan literasi, serta pelibatan berbagai unsur masyarakat dan lintas sektor.
"Kami berharap peserta dari organisasi masyarakat, tokoh keagamaan, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), forum anak, media lokal, dan lintas sektor lainnya dapat menjadi agen komunikasi yang membantu mengedukasi masyarakat," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam menjawab isu-isu sensitif di masyarakat.
"Penguatan informasi harus sampai kepada masyarakat secara utuh untuk memastikan pemahaman yang jernih dan menyeluruh. Pemerintah bersama lembaga terkait pun telah memastikan aspek keamanan serta ketentuan penggunaan vaksin sudah sepenuhnya sesuai dengan regulasi yang berlaku," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo Jaelan menjelaskan cakupan imunisasi di Kabupaten Wonosobo mengalami dinamika dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2023 cakupan imunisasi tercatat sekitar 40 persen, kemudian meningkat pada 2024 menjadi 66,75 persen, namun kembali menurun pada 2025 menjadi sekitar 58,7 persen.
Menurutnya, salah satu faktor yang mempengaruhi capaian tersebut adalah adanya peningkatan jumlah sasaran imunisasi.
Ia menuturkan, program imunisasi juga dipengaruhi oleh keseimbangan antara permintaan dan penawaran layanan kesehatan.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
