
Temanggung terjunkan 92 personel awasi kesehatan hewan kurban

Temanggung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah menerjunkan tim pemantau berkekuatan 92 personel guna memastikan seluruh proses penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha berjalan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan.
Kepala UPTD Puskeswan DKPPP Kabupaten Temanggung Nurul Hasanah di Temanggung, Rabu, menyatakan selain tim kesehatan, pihaknya juga menerjunkan tim pendata tersebar di 20 kecamatan.
Tim ini melibatkan koordinator penyuluh pertanian serta didukung 12 perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Temanggung.
"Sebelum terjun ke lapangan, seluruh personel telah dibekali dengan bimbingan teknis (bimtek) mengenai tata cara penyembelihan yang baik, cara pengamatan fisik sapi maupun kambing sebelum disembelih, hingga pengamatan aspek kesejahteraan hewan," katanya.
Ia menjelaskan tim pemantau tersebut diperkuat oleh para pengawas yang terdiri atas dokter hewan, mantri hewan atau paramedis veteriner, petugas inseminator, serta bantuan relawan dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Sebagai langkah antisipasi dini, DKPPP Temanggung pada tahun ini telah mendistribusikan sekitar 1.000 dosis obat cacing kepada para peternak setempat.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap sapi-sapi yang disiapkan untuk ibadah kurban dalam kondisi aman dari penyakit cacing hati.
Meskipun demikian, ia mengakui adanya tantangan berat di lapangan, terutama terkait pengawasan lalu lintas hewan ternak yang masuk wilayah itu menjelang Idul Adha.
Melalui pengetatan pengawasan dan penerjunan tim gabungan ini, Pemkab Temanggung berkomitmen menjamin kelayakan, kesehatan, dan kehalalan daging kurban yang akan dikonsumsi masyarakat.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
