Logo Header Antaranews Jateng

Tim SAR berhasil mengevakuasi korban hilang di Gunung Slamet

Kamis, 15 Januari 2026 16:57 WIB
Image Print
Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah pendaki yang dilaporkan hilang di Gubung Slamet di Purbalingga, Kamis. (ANTARA/HO-SAR Semarang)

Semarang (ANTARA) - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki Gunung Slamet di Kabupaten Purbalingga, yang sempat hilang sejak 30 Desember 2025 lalu setelah sebelumnya terkendala cuaca buruk usai ditemukan.

Kepala Kantor SAR Semarang Budiono di Semarang, Kamis, mengatakan, korban ditemukan pada Rabu (14/1) di sekitar area pos 9, tidak jauh dari batas vegetasi.

"Posisi korban jatuh berada di sisi selatan lereng di jalur turun menuju basecamp Gunung Malang," katanya.

Lokasi tersebut, kata dia, bukan merupakan jalur pendakian korban via basecamp Dipajaya.

Ia menyebut proses evakuasi tidak bisa langsung dilakukan akibat faktor cuaca serta kabut tebal dan baru bisa dilakukan hari ini.

"Evakuasi tidak bisa langsung dilakukan karena faktor keselamatan," tambahnya.

Menurut dia, tim SAR mengevakuasi korban dari jurang sedalam 20 meter.

Ia menuturkan kondisi jenazah korban ditemukan dalam kondisi utuh.

Jenazah, lanjut dia, dievakuasi basecamp Gunung Malang di Kabupaten Purbalingga.

Adapun penyebab kematian korban, kata dia, hal tersebut akan disampaikan oleh petugas dari Rumah Sakit Goeteng Purbalingga.

Sebelumnya, seorang pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan dilaporkan hilang di Gunung Slamet sejak 30 Desember 2025.

Siswa SMAN 5 Magelang tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah 16 hari pencarian.

Baca juga: UPL MPA Unsoed Ikut dukung operasi SAR mandiri di Gunung Slamet



Pewarta :
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026