Purwokerto (ANTARA) - Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pecinta Alam (UPL MPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto ikut mendukung operasi search and rescue (SAR) mandiri pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang dilaporkan tidak kembali sejak awal Januari 2026.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan personel UPL MPA Unsoed dalam dua tahap operasi SAR mandiri yang dilakukan bersama sejumlah organisasi pecinta alam dan relawan.
Operasi SAR mandiri pertama dilaksanakan pada 6–8 Januari 2026 bersama tim Wanadri Bandung.
Dalam operasi tersebut, UPL MPA Unsoed mengirimkan lima relawan yang bertugas sebagai search and rescue unit (SRU) lapangan di jalur Gunung Malang, Purbalingga.
Mereka diterjunkan untuk melakukan penyisiran medan serta pengumpulan informasi lapangan terkait keberadaan korban.
Selanjutnya, pada operasi SAR mandiri kedua yang dimulai pada 10 Januari 2026, UPL MPA Unsoed kembali mengirimkan dua personel untuk bergabung dalam Tim Gabungan.
Operasi lanjutan ini dilakukan setelah tim Wanadri melakukan penggalian informasi dari rekan pendaki yang selamat sebagai bahan asesmen pencarian berikutnya.
Pada operasi kedua tersebut, UPL MPA Unsoed tergabung dalam Tim Gabungan yang terdiri atas Wanadri, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), OPA Mayapada Purwokerto, Wikupala, Mapala Kanpas, Mapala Batik, serta Komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI).
Baca juga: Empat bakal calon rektor Unsoed jalani pemeriksaan kesehatan
Tim gabungan menggunakan sejumlah peralatan dan perlengkapan milik Universitas Jenderal Soedirman dengan dukungan penuh dari pihak kampus.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Setelah proses pencarian yang berlangsung selama 17 hari, korban atas nama Syafiq Ridhan Ali Razan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1) pukul 10.49 WIB.
Korban ditemukan di lereng selatan Gunung Slamet, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturraden, Banyumas.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jenderal Soedirman Prof Dr Norman Arie Prayogo menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam operasi SAR tersebut sekaligus menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.
“Keterlibatan mahasiswa UPL MPA Unsoed dalam operasi SAR ini merupakan bentuk kontribusi nyata dan berdampak dari mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam membantu penyelesaian persoalan di masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan partisipasi mahasiswa dalam misi kemanusiaan tersebut mencerminkan pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sesungguhnya, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
UPL MPA Unsoed juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum Syafiq Ridhan Ali Razan serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.
Baca juga: Bupati Wonosobo terima 181 mahasiswa KKN Unsoed
Baca juga: Klinik Pratama Soedirman Unsoed raih penghargaan BPJS Kesehatan 2025

