
Gubernur Jateng minta OPD perhatikan kondisi masyarakat

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) memiliki kepedulian dan memperhatikan kondisi masyarakat di lingkungan sekitarnya.
"Hari ini sudah dibuktikan dengan seluruh pekerja informal seperti supeltas, tukang parkir, penjaga masjid, hingga penjaga makam, di seputaran kantor kita. Mereka sangat membutuhkan bantuan ini," katanya di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat.
Hal tersebut disampaikannya saat menyerahkan secara simbolis bantuan beras yang dihimpun dari para pegawai di lingkungan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jateng.
Setidaknya ada sekitar 200 warga tidak mampu yang ada di sekitar Kantor Distanak Jateng yang menerima bantuan beras tersebut dengan total mencapai dua ton.
Menurut Luthfi, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membangun ikatan sosial dengan masyarakat, khususnya yang kurang mampu, di sekitar kantor-kantor dinas milik Pemprov Jateng.
Ke depan, kata dia, kegiatan seperti itu akan dijadikan model di seluruh dinas-dinas atau OPD Pemprov Jateng sehingga tidak ada jarak dengan masyarakat.
Selain pemberian bantuan, digelar pula kegiatan bazar dan pasar murah di halaman Kantor Distanak Jateng, Kompleks Tarubudaya, Ungaran.
Pasar murah diselenggarakan untuk memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok penting dengan harga terjangkau.
"Ketersediaan dan keterjangkauan ini harus kita jaga. Jangan sampai ada kelangkaan sehingga harga naik. Masyarakat juga tidak perlu panik," katanya.
Sementara itu, Kepala Distanak Jateng Defransisco Dasilva Tavares mengatakan kegiatan pembagian beras dan pasar murah tersebut tidak menggunakan anggaran dari dinas, tetapi bersumber dari dana yang terkumpul di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) OPD.
"Tujuan kita adalah supaya ketersediaan pangan itu bisa terjamin, juga harganya terjangkau oleh masyarakat," katanya.
Salah seorang penerima manfaat, Arso, mengaku sangat senang dengan bantuan beras yang diterima karena sangat membantu, apalagi saat menjelang Lebaran dan banyak harga kebutuhan yang naik.
"Bahagia. Maturnuwun sanget, membantu sekali. Sehari kadang cuma dapat Rp100 ribu-Rp150 ribu, itu pun dipotong setoran, dicukup-cukupin. Anak juga masih sekolah dan kuliah," kata warga Ungaran tersebut.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
