
Pemkab Kudus salurkan beras dan bantuan petani terdampak banjir

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jateng menyerahkan 10.755 kilogram cadangan beras pemerintah daerah (CBPD) kepada warga terdampak banjir serta bantuan pestisida terhadap 15 kelompok tani atau gabungan kelompok tani untuk mendukung pemulihan dan produktivitas sektor pertanian pasca-bencana.
"Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kudus dalam menangani kerawanan pangan pasca-bencana banjir, membantu pemulihan ekonomi masyarakat, serta menjaga keberlanjutan produksi pertanian di wilayah terdampak," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di sela-sela kegiatan Safari Shalat Jumat di Masjid Baitun Naim, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan di Kudus, Jumat.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus hadir untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
"Hari ini (23/1) kami Safari Jumat di Masjid Karangrowo, sekaligus menyerahkan bantuan beras kepada masyarakat terdampak banjir, termasuk memberikan bantuan obat-obatan pertanian seperti pestisida dan herbisida kepada petani yang terdampak," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kudus telah mengusulkan bantuan asuransi gagal panen dan bantuan benih ke pemerintah pusat sebagai langkah pemulihan sektor pertanian pasca-banjir.
"Kami mengusulkan asuransi gagal panen serta bantuan benih agar petani bisa segera bangkit dan kembali produktif," ujarnya.
Setelah itu, Bupati Sam'ani mengunjungi Dukuh Karanganyar, Desa Payaman, Kecamatan Mejobo untuk membagikan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir yang memilih bertahan di rumah.
"Kami juga menyalurkan bantuan logistik dan nasi bungkus sebanyak 700 bungkus setiap hari kepada masyarakat yang tidak mengungsi ke tempat pengungsian," ujarnya.
Dalam penanganan bencana banjir, Pemkab Kudus terus bersinergi dengan seluruh pihak untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi, distribusi bantuan, dan perlindungan masyarakat berjalan optimal.
"Kami bersama TNI, Polri, BPBD, Dinsos P3AP2KB, dan para relawan memastikan asupan gizi masyarakat tetap terpenuhi, agar warga tetap kuat dan merasakan kehadiran pemerintah," katanya.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Kudus mengusulkan pembangunan embung untuk mengendalikan aliran air menuju Sungai Wulan dan Sungai Juwana, serta melakukan inventarisasi kerusakan jalan, jembatan, dan fasilitas umum guna percepatan perbaikan sementara.
"Untuk antisipasi banjir ke depan, kami mengusulkan pembangunan embung dan melakukan perbaikan sementara terhadap infrastruktur yang rusak," ujarnya.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kudus menegaskan komitmen melindungi masyarakat terdampak bencana, memperkuat ketahanan pangan, serta mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi pasca-banjir.
Baca juga: Pemkab Kudus sikapi pengurangan DBHCHT 2026 berdasarkan skala prioritas
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
