Logo Header Antaranews Jateng

Pemkot Semarang tingkatkan keaktifan kepesertaan JKN

Rabu, 28 Januari 2026 07:28 WIB
Image Print
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Mochamad Abdul Hakam menerima penghargaan UHC Award 2026 di Jakarta, Selasa (27/1/2026). ANTARA/HO-Pemkot Semarang

Semarang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Jawa Tengah akan terus memberikan dorongan kepada masyarakat untuk meningkatkan keaktifan kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk menjaga kesehatan mereka dari penyakit.

Kepala Dinkes Kota Semarang Mochamad Abdul Hakam dalam keterangan di Semarang, Selasa, mengatakan peningkatan keaktifan kepesertaan itu, melalui penguatan peran pemerintah daerah, peserta mandiri, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan sektor lainnya.

Pemerintah Kota Semarang meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya atas capaian keaktifan kepesertaan JKN yang telah melampaui 85 persen. Penghargaan diterima Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam acara yang diselenggarakan pemerintah pusat bersama BPJS Kesehatan di Jakarta, Selasa.

UHC Award diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas perlindungan jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Ia menjelaskan capaian kategori Madya diraih karena tingkat keaktifan kepesertaan JKN di Kota Semarang telah berada di atas ambang batas yang ditetapkan secara nasional.

"Alhamdulillah, Kota Semarang tahun 2026 mendapatkan UHC Award kategori Madya karena jumlah keaktifan peserta sudah di atas 85 persen. Harapannya, dari tahun ke tahun bisa terus meningkat hingga mencapai 100 persen keaktifan penduduk," katanya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Semarang dr Sari Quratul Ainy menyebutkan secara cakupan kepesertaan JKN di Kota Semarang menjangkau 100 persen penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta di atas 80 persen.

"Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan keseriusan dalam menyukseskan program JKN, termasuk keberpihakan dalam penganggaran," katanya.

Untuk Kota Semarang, kata dia, capaian tersebut menunjukkan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia mengharapkan keberhasilan tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta produktivitas warga setempat.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan UHC Award kategori Madya menjadi pemacu untuk melakukan evaluasi dan percepatan langkah ke depan.

Ia menyebutkan target Pemkot Semarang mencapai keaktifan JKN 100 persen.

"Kita mendapatkan kategori Madya karena capaian 85 persen. Ini menjadi 'trigger' (pemacu) bagi kami untuk bergerak lebih cepat. Kendala yang masih ada akan segera kita petakan dan carikan solusinya," katanya.

Secara nasional, UHC Award 2026 diberikan kepada 31 provinsi dan 397 kabupaten/kota yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung Program JKN.

Penilaian dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan cakupan kepesertaan, tingkat keaktifan peserta, pendaftaran segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) pemerintah daerah, serta kepatuhan pembayaran iuran hingga September 2025.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026