
Menko Pangan apresiasi kinerja Koperasi Merah Putih di Jateng

Semarang (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut Jawa Tengah sebagai daerah terbaik dalam pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KKMP).
"Saya datang ke Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, saya lapor di Hambalang (Presiden, red.). Beliau senang sekali. Saya bilang, 'Pak, Jateng yang terbaik'," katanya, di Semarang, Jumat.
Hal itu ia sampaikan saat meninjau KKMP Sampangan, di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, sebagai bagian agendanya berkeliling Indonesia meninjau Koperasi Merah Putih.
Menurut dia, kesiapan daerah, dukungan pemerintah kota hingga kelurahan, serta keterlibatan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan Jateng dibanding daerah lainnya. Ia pun menargetkan KKMP bisa operasional Maret.
Ia menegaskan, KKMP merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang saling terhubung dengan agenda swasembada pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penguatan koperasi desa dan kelurahan.
"Jadi, programnya Bapak Presiden itu satu dengan yang lain terkait. Pertama, swasembada pangan. Karena kalau tidak swasembada, kita akan tergantung dari impor besar-besaran," katanya.
Nantinya, kata dia, KKMP ditargetkan akan menyuplai bahan pokok yang dibutuhkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengapresiasi KKMP Sampangan yang dinilai memiliki konsep matang dan berpotensi menjadi contoh nasional.
"Koperasi Merah Putih di Kota Semarang ini sangat terkenal, banyak didatangi beberapa kabupaten/kota untuk studi banding. Dan ini kita mau menuju supaya proses penyelenggaraan di sini bisa menjadi teladan bagi koperasi lain," katanya.
Ia mengakui tantangan pengelolaan koperasi skala besar di wilayah perkotaan tidak ringan, namun dengan dukungan pemerintah pusat dan gotong royong tetap optimistis KKMP Sampangan bisa berjalan berkelanjutan.
"Cukup berat karena dengan etalase segede ini, dengan bangunan segede ini, tantangan bisnis ke depan harus dihadapi oleh teman-teman koperasi, ini harus disambut dengan berbagai macam persiapan yang matang," katanya.
Saat ini, Agustina menyebut terdapat 177 koperasi kelurahan di Kota Semarang. Sebanyak sembilan koperasi sudah aktif dengan omzet di atas Rp10 juta per hari, bahkan satu koperasi mencatatkan perputaran hingga Rp70 juta.
Terpisah, Ketua KKMP Sampangan Kuncar Asrianto menyatakan koperasinya itu sebenarnya sudah berjalan sebelum gedung yang baru dibangun, dan siap beroperasi secepatnya.
"Sebelum gedung ini dibangun tiga bulan lalu, koperasi kami sudah bergerak. Kami sudah kerja sama dengan Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, BRI, Pos Indonesia, sampai Pertamina," katanya.
Dengan selesainya pembangunan KKMP, kata dia, koperasi tinggal menambah volume usaha. Bahkan, operasional dimungkinkan dimulai lebih cepat dari target.
"Kalau Maret kami sudah siap. Bahkan awal Februari ini pun sebenarnya sudah bisa, tinggal memindahkan barang ke sini," ujarnya.
Produk yang disiapkan, antara lain beras SPHP, beras premium, Minyakita, serta berbagai komoditas dari UMKM lokal seperti bawang merah, bawang putih, dan telur. Produk-produk tersebut juga akan disalurkan ke kios-kios kecil dan anggota koperasi.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
