Logo Header Antaranews Jateng

Wali Kota Surakarta sebut pentingnya adaptasi di tengah perkembangan zaman

Sabtu, 31 Januari 2026 22:02 WIB
Image Print
Wali Kota Surakarta Respati Ardi pada acara peluncuran Literaworks digelar dalam rangkaian acara talkshow Solopos Media Group (SMG) Economic Insight di Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/1/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyebut pentingnya adaptasi di tengah perkembangan zaman.

Pada acara peluncuran Literaworks yang digelar dalam rangkaian acara talkshow Solopos Media Group (SMG) Economic Insight di Solo, Jawa Tengah, Jumat, Respati mengatakan adaptasi di tengah perkembangan zaman yang terus berubah menjadi kebutuhan mendasar.

Hal itu tidak hanya penting bagi pemerintahan tetapi juga di sektor bisnis. Oleh karena itu, ia mengapresiasi terobosan SMG melalui Literaworks yang merupakan wujud nyata dari kemampuan beradaptasi tersebut.

“Artinya mampu mengikuti perkembangan zaman dan menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Solo, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Solo,” katanya.

Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan talkshow yang mengupas strategi branding terkini dengan menghadirkan dua pakar komunikasi dan branding. Pakar Branding Universitas Prasetiya Mulya Prof. Agus W. Soehadi, Ph. D., dalam paparannya bertajuk Political Cinematic Brand Aura menjelaskan mengenai strategi branding terutama dalam merebut perhatian Gen Z.

Menurut Prof. Agus, karakteristik Gen Z sebagai digital natives yang memiliki kepercayaan rendah terhadap institusi namun sensitivitas emosional yang tinggi, mengubah cara berpolitik. Ia mengatakan politik tidak lagi dijelaskan melalui pesan-pesan yang kaku, melainkan dirasakan melalui pengalaman. Politik saat ini telah menjadi micro-cinema di mana video pendek mendominasi perhatian publik.

“Generasi Z tidak suka dengan sesuatu yang panjang, sebab terbiasa dengan short video. Namun dengan short video yang kemudian dikumpulkan, maka benang merahnya terlihat. Maka benang merah juga penting dibuat,” kata dia.

Terkait dengan peluncuran Literaworks, berfungsi sebagai mitra komunikasi strategis yang mengedepankan pendekatan narasi berbasis konteks dan dampak nyata.

Ke depan, Literaworks siap menjalin kemitraan dengan berbagai kalangan untuk membangun pemahaman publik yang lebih komprehensif. Mengusung filosofi Context First, Impact Follows, Literaworks memosisikan diri bukan sekadar sebagai agensi produksi konten, melainkan sebagai mitra strategis yang membangun pemahaman publik sekaligus mempengaruhi proses pengambilan keputusan.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) SMG Arif Budisusilo menyampaikan dalam operasionalnya Literaworks menerapkan empat pilar kerja utama. Pilar pertama adalah context, yang berangkat dari riset dan pemetaan isu melalui analisis data serta identifikasi pemangku kepentingan untuk memastikan narasi berpijak pada realitas.

Pilar kedua adalah content yang berfokus pada penyusunan narasi berbasis fakta yang dikemas melalui storytelling yang bermakna. Pilar ketiga yakni channel, di mana Literaworks menentukan saluran komunikasi dan segmentasi audiens yang paling tepat agar pesan tersampaikan secara efektif.

Pilar terakhir adalah impact yang menitikberatkan pada penciptaan dampak yang terukur dan berkelanjutan.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026