
Arus kendaraan pemudik masuk Tol Kalikangkung Semarang masih tinggi

Semarang, Jateng (ANTARA) - Arus kendaraan pemudik dari arah barat, yang masuk ke Kota Semarang, Jawa Tengah, melalui Gerbang Tol Kalikangkung, masih tinggi meskipun ada sedikit berkurang.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Pos Pengamanan Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Semarang, Kamis sore, jumlah kendaraan pemudik yang melintas keluar pukul 06.00-15.00 WIB sebanyak 27.848 kendaraan.
Dibandingkan dengan Rabu (18/3/2026), jumlah kendaraan yang keluar dari GT Kalikangkung pada periode sama tercatat sebanyak 28.419 kendaraan, atau berkurang 500-an kendaraan.
Sementara, trafik kendaraan yang menuju ke arah timur meninggalkan GT Kalikangkung selama sembilan jam itu rata-rata di kisaran 3.000 kendaraan per jam.
Bahkan, ada beberapa trafik yang melebihi 3.000 kendaraan per jam, seperti di pukul 10.00-11.00 WIB (3.538 kendaraan), 11.00-12.00 WIB ( 3.295 kendaraan), dan 13.00-14.00 WIB (3.226 kendaraan).
Kepala Pos Pengamanan (Pospam) GT Kalikangkung Semarang AKP Dimas Arief Wicaksono mengatakan bahwa trafik pemudik yang masuk Semarang masih relatif tinggi meski ada sedikit pengurangan.
"Masih sama ya (trafik pemudik). Ada selisih sedikit dibandingkan dengan periode sama kemarin (Rabu). Itu per jam 3 sore ya (15.00 WIB)," katanya.
Meski demikian, kata dia, sejauh ini kepadatan kendaraan pemudik yang melintas di GT Kalikangkung masih terkendali.
"Untuk peningkatan (trafik pemudik) lagi, kami belum tahu dan belum bisa memastikan," katanya.
Dengan tingkat kepadatan seperti itu, gardu pembayaran di gerbang Tol Kalikangkung dibuka maksimal 21 unit, terdiri atas 12 gardu utama dan sembilan gardu satelit.
Rekayasa lalu lintas berupa jalur satu arah atau one way sudah diberlakukan hingga Kalikangkung sejak Rabu (18/3/2026) dini hari, dan diperpanjang hingga pintu keluar Tol Salatiga pada sorenya.
"Sampai saat ini masih one way sampai Simpang Susun Salatiga atau Km 459," katanya.
Baca juga: Arus kendaraan di Tol Kalikangkung mencapai 3 ribu per jam
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
