Logo Header Antaranews Jateng

Wali kota: Penggunaan AI tetap dalam kendali manusia

Kamis, 4 Juni 2026 17:42 WIB
Image Print
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono berbicara pada Sosialisasi AI diselenggarakan Apindo Kota Magelang di Kafe Lokal Folk Magelang, Kamis (4/6/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengingatkan masyarakat setempat terkait dengan penggunaan akal imitasi (AI) dalam berbagai kepentingan yang harus tetap dalam kendali manusia.

"AI ini buatan manusia. Manusia itu bukan buatan AI. Ini yang fundamental. Kita kendalikan AI," kata dia dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Kamis.

Ia mengatakan hal itu pada kegiatan Sosialisasi AI diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Magelang di Kafe Lokal Folk Magelang.

Masyarakat, ujar dia, bukan menjadi pihak yang dikendalikan oleh AI.

Ia mengatakan tentang perbedaan mendasar antara manusia dan AI.

Meski mampu membantu berbagai pekerjaan, kata dia, AI tidak memiliki aspek kemanusiaan yang dimiliki manusia.

Ia menjelaskan pemahaman mengenai AI perlu terus diperkuat, terutama di kalangan generasi muda dan mahasiswa.

Masyarakat, katanya, harus dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak, tanpa kehilangan kendali atas penggunaannya.

Menurut dia, jika dimanfaatkan dengan benar, AI saat ini dapat membuka berbagai peluang, mulai dari peningkatan wawasan bisnis, kolaborasi, hingga pengembangan usaha.

"Jangan sampai kita dimanfaatkan oleh orang-orang yang sudah menggunakan ini. Kita terlambat memahami hal tersebut," katanya.

Pemerintah Kota Magelang telah mulai memanfaatkan AI dan teknologi informasi dalam berbagai aspek pemerintahan, mulai dari pelaporan keuangan, penguatan indikator akuntabilitas, hingga pengelolaan media sosial dan sarana komunikasi internal.

Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) juga didorong mengoptimalkan pemanfaatan teknologi guna meningkatkan kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik.

Ketua Apindo Kota Magelang Edi Sutrisno menilai pesan Wali Kota Magelang itu menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk segera beradaptasi dengan perkembangan AI.

Menurut dia, AI bukan lagi sekadar teknologi pendukung, melainkan paradigma baru yang mengubah cara berpikir dan cara bekerja di berbagai sektor kehidupan.

"Apa yang disampaikan Pak Wali Kota sangat luar biasa. AI menjadi sebuah instrumen untuk direnungkan bersama. Realitasnya, AI adalah paradigma. Mau tidak mau harus dikuasai untuk mengubah mindset," katanya.

Ia menegaskan transformasi harus dilakukan di semua tingkatan, baik sektor ekonomi, bisnis, pendidikan, maupun dunia kerja.

Menurut dia, inovasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari di tengah percepatan perkembangan teknologi.



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026