Wonosobo (ANTARA) - Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menerima 181 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat di daerah itu.
Bupati Afif di Wonosobo, Rabu, mengatakan KKN menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah, khususnya di desa.
“Pemerintah Kabupaten Wonosobo sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN. Saya titipkan beberapa isu besar yang bisa menjadi perhatian, seperti pengembangan pariwisata, pertanian, serta optimalisasi potensi desa agar dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Pihaknya berharap mahasiswa KKN dapat berperan sebagai motivator bagi anak-anak dan pelajar di Kecamatan Wadaslintang, untuk menumbuhkan semangat melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA/SMK, bahkan perguruan tinggi.
“Adik-adik mahasiswa bisa menjadi contoh dan inspirasi bahwa pendidikan adalah jalan untuk memperbaiki masa depan. Kehadiran kalian di desa diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk terus belajar dan bercita-cita tinggi,” katanya.
Pada kesempatan tersebut juga dipaparkan arah pembangunan kepariwisataan Kabupaten Wonosobo yang disampaikan oleh Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Hapipi.
Hapipi menjelaskan dasar regulasi pembangunan kepariwisataan mulai dari tingkat pusat hingga kabupaten, serta memperkenalkan program unggulan 5 Dieng Baru yang digagas oleh Bupati Wonosobo. Kawasan Wadaslintang menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam program strategis tersebut.
Ia menyampaikan bahwa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo siap berkolaborasi dan mendampingi mahasiswa KKN Unsoed bersama pemerintah desa dalam menggali potensi wilayah serta menyusun masterplan pembangunan desa dan program kerja kepariwisataan ke depan.
“Dengan adanya mahasiswa KKN, kami siap melakukan pendampingan dan kolaborasi, baik kepada mahasiswa maupun pemerintah desa, khususnya dalam penyusunan masterplan desa wisata dan perumusan program kerja. Harapannya, potensi yang ada dapat tergarap lebih optimal dan berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan hingga saat ini dari total 17 desa/kelurahan di Kecamatan Wadaslintang, baru 4 desa yang telah ditetapkan sebagai desa wisata oleh bupati.
Melalui penyusunan masterplan desa yang komprehensif, diharapkan pemerintah desa memiliki arah pembangunan yang lebih jelas dan terukur.
“Dengan adanya masterplan desa, pemerintah desa akan lebih mudah menjalankan arah pembangunan dan pengembangan ke depan, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara mahasiswa KKN, desa, dan pemerintah daerah diharapkan mampu membuat program 5 Dieng Baru di kawasan Wadaslintang semakin menggeliat,” katanya.

