
Prof Musahadi dilantik nakhodai UIN Walisongo Semarang

Semarang (ANTARA) - Prof Musahadi resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang periode 2026-2030.
Pelantikan berlangsung khidmat dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nazaruddin Umar, di Jakarta, Selasa.
Dalam amanat pelantikannya, Menag menekankan bahwa pimpinan perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN) harus mampu menjadi teladan moral, sekaligus motor penggerak birokrasi yang efisien.
Ia mengingatkan pentingnya membangun sinergi lintas instansi dan lembaga guna memperkuat peran kampus sebagai benteng moderasi beragama dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan.
"Pemimpin kampus harus mampu membangun kolaborasi, bukan kompetisi yang saling mematikan. Sinergi dengan kementerian dan lembaga lain adalah kunci untuk menjadikan PTKN sebagai rujukan global," katanya.
Sebelum mengemban amanah tertinggi di kampus kemanusiaan dan peradaban, Musahadi merupakan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo.
Nama Musahadi tidak asing di kancah pemikiran hukum Islam di Indonesia, apalagi telah dikenal sebagai guru besar bidang Ilmu hukum Islam.
Ia dikenal luas melalui pidato pengukuhannya yang fenomenal mengenai fenomena "Fikih Prasmanan", sebuah kritik sekaligus refleksi atas disrupsi pengetahuan agama di era digital ketika otoritas keilmuan mulai bergeser ke ruang siber.
Sebagai seorang akademisi, Musahadi memiliki rekam jejak yang kredibel. Ia aktif dalam berbagai forum internasional dan kerap menjadi rujukan dalam isu-isu resolusi konflik, mediasi, serta studi hukum Islam kontemporer.
Salah satu karya monumentalnya, Mediasi dan Resolusi Konflik di Indonesia, mencerminkan kepakarannya dalam menjembatani teks-teks keagamaan dengan realitas sosial yang majemuk.
Keterlibatannya dalam jaringan akademik global juga terlihat dari perannya sebagai peninjau (reviewer) pada sejumlah jurnal internasional bereputasi.
Latar belakangnya pernah menempuh studi di kancah internasional dan keterlibatannya dalam riset lintas negara, seperti penelitian mengenai identitas muslim diaspora di Belanda.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
