
Pemkab Batang gencarkan program pendidikan kesetaraan bagi anak-anak putus sekolah

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menggencarkan program pendidikan kesetaraan bagi anak-anak putus sekolah dengan membuka program paket C gratis yang menyasar pada dua ribu anak untuk tahap awal.
Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Selasa, mengatakan bahwa kondisi ini merupakan persoalan genting yang membutuhkan intervensi cepat dari berbagai pihak.
"Prioritas kami tahun ini adalah program Paket C massal. Kami sediakan layanan Paket C gratis yang menyasar dua ribu anak," katanya.
Berdasarkan data Data Pokok Pendidikan akhir April 2026 tercatat sebanyak 551 pelajar SD, 1.400 pelajar SMP, dan 1.145 pelajar SMA/SMK sudah keluar dari sistem pendidikan.
Kasus putus sekolah, kata dia, tidak terjadi secara tiba-tiba tetapi ada sejumlah faktor yang saling berkaitan mulai dari kondisi ekonomi keluarga, motivasi internal siswa, hingga lemahnya fungsi pengawasan dari sisi pemerintah.
"Persoalan ini memang multi faktor. Ada faktor ekonomi di tingkat keluarga, faktor dari anak didik sendiri, dan tentu saja dari pemerintah terutama dalam hal mekanisme pengawasan," katanya.
Selain memberikan bantuan belajar, kata dia, pihaknya juga menggandeng perangkat desa sebagai ujung tombak pengawasan warga dan akan memberikan hadiah berupa bantuan keuangan kepada masing-masing desa yang mampu menekan angka putus sekolah di wilayahnya.
"Kami beri reward berupa bantuan keuangan untuk desa dengan tingkat putus sekolah paling rendah. Melalui kombinasi bantuan biaya pendidikan dan penguatan peran desa, kami optimistis dapat menekan angka putus sekolah," katanya.
Baca juga: Pemkab Batang memperluas jangkauan MBG pada kelompok rentan 3B
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
