
BNNP Jateng target tambah 10 Desa Bersinar pada 2026

Semarang (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menargetkan penambahan sebanyak 10 Desa Bersih Narkoba (Bersinar) di wilayah tersebut tahun 2026.
Kepala BNNP Jateng Toton Rasyid, saat dikonfirmasi di Semarang, Sabtu, menyebutkan jumlah Desa/Kelurahan Bersinar di Jateng sejak tahun 2000-2005 telah mencapai 433 desa/kelurahan.
"Angka ini menunjukkan komitmen dan konsistensi penguatan program pencegahan narkoba berbasis masyarakat di wilayah Jawa Tengah," katanya.
Desa Bersinar adalah sebuah program strategis yang diinisiasi oleh BNN bersama pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan lingkungan desa/kelurahan yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Menurut dia, program Desa Bersinar di Jateng terbukti menjadi salah satu strategi yang efektif dalam memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis masyarakat.
"Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada sosialisasi, tetapi membangun ketahanan sosial masyarakat secara langsung dari tingkat akar rumput," katanya.
Selama tahun 2025, kata dia, BNNP Jateng dan jajaran telah mengembangkan sebanyak 10 Desa Bersinar, 72 Sekolah Bersinar, lima Pesantren Bersinar, 11 Instansi/Swasta Bersinar, dan enam Lokasi Wisata Bersinar.
"Program ini berjalan sejalan dengan kebijakan Kepala BNN RI melalui akselerasi 'Ananda Bersinar', yang menempatkan keluarga, anak, remaja, lingkungan pendidikan, dan komunitas sebagai benteng utama pencegahan narkoba," katanya.
Ia menekankan perang terhadap narkoba tidak cukup hanya melalui penindakan, tetapi juga melalui pembangunan ketahanan masyarakat dan perlindungan generasi muda.
Efektivitas program tersebut juga terlihat dari capaian indikator kinerja tahun 2025, antara lain Indeks Ketahanan Diri Anak dan Remaja (Dektari) mencapai 71,426 dengan kategori "Sangat Tinggi".
Kemudian, Indeks Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (Ikotan) juga mencapai 3,546 kategori "Sangat Tanggap", dan Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) mencapai 3,676 kategori "Sangat Mandiri".
"Ini menunjukkan bahwa Desa Bersinar bukan sekadar program seremonial, tetapi telah mampu membangun kesadaran kolektif, meningkatkan daya tangkal masyarakat," katanya.
Selain itu, juga memperkuat partisipasi warga dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) secara mandiri dan berkelanjutan.
Untuk tahun 2026, BNNP Jateng menargetkan penambahan sebanyak 10 Desa Bersinar sebagai bagian dari penguatan program P4GN berbasis masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Namun, kata Toton, yang paling penting bukan hanya jumlah, melainkan bagaimana Desa Bersinar tersebut benar-benar aktif, mandiri, dan berkelanjutan dalam menjalankan program P4GN di tengah masyarakat.
Baca juga: UIN Walisongo Semarang investigasi dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
