
Pemkot Semarang siap sambut kedatanngan pemudik Lebaran 2026

Semarang, Jateng (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang, Jateng, memastikan siap menyambut kedatangan pemudik pada arus mudik Lebaran 2026 di Kota Atlas, yang menjadi salah satu simpul penting arus mudik di Pulau Jawa tersebut.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Jateng, Kamis, menegaskan seluruh sistem pelayanan publik harus berjalan optimal selama periode Lebaran.
"Koordinasi lintas sektor ini sangat penting untuk memastikan keamanan, kelancaran transportasi, stabilitas harga pangan, serta kesiapan layanan publik selama masa mudik dan libur Idul Fitri," katanya saat memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan high level meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Dalam rapat tersebut dibahas berbagai langkah strategis untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
Berdasarkan proyeksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret 2026 dan 18-20 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 23-24 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkot Semarang bersama forkopimda telah menyiapkan berbagai langkah kesiapsiagaan, antara lain memastikan kelancaran lalu lintas, kesiapan fasilitas transportasi, hingga penguatan layanan kesehatan dan penanggulangan bencana.
Beberapa titik di Kota Semarang juga dipetakan sebagai potensi kemacetan, di antaranya Gerbang Tol Kalikangkung, Krapyak, Banyumanik, Jatingaleh, Gayamsari, serta Kaligawe yang menjadi jalur utama perlintasan kendaraan selama arus mudik.
Selain itu, dalam forum HLM TPID juga dibahas langkah-langkah pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan nasional.
Berdasarkan data terakhir, inflasi Kota Semarang pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,65 persen year on year, sehingga diperlukan penguatan koordinasi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Lebaran.
Pemkot Semarang juga memastikan kesiapan berbagai sektor layanan publik, mulai dari layanan kesehatan, transportasi, keamanan, kebersihan kota, hingga ketersediaan pangan.
Seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk mendirikan pos kesehatan, menyiapkan sarana transportasi, menjaga ketertiban umum, serta memastikan jaringan komunikasi dan CCTV berfungsi optimal selama periode Lebaran.
Selain itu, Pemkot Semarang juga menyiapkan berbagai program pendukung bagi masyarakat, salah satunya program Mudik Gratis 2026 dengan menyediakan 12 bus untuk memfasilitasi perjalanan warga Semarang dari Jakarta menuju Semarang dan sebaliknya.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, instansi vertikal, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memastikan perayaan Idul Fitri di Kota Semarang berjalan aman dan kondusif.
"Kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. Seluruh unsur pemerintah dan stakeholder harus bergerak bersama memastikan kesiapan Kota Semarang dalam menghadapi arus mudik maupun aktivitas masyarakat selama Lebaran," katanya.
Baca juga: Pemkot Semarang hadirkan lalui portal Info Mudik 2026
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
