Logo Header Antaranews Jateng

PLN perkuat SPKLU di Jateng selama arus mudik dan balik Lebaran 2026

Senin, 30 Maret 2026 10:18 WIB
Image Print
General Manager PLN UID Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi (kiri) bersama pengguna SPKLU milik PLN di salah satu rest area (HO-PLN)

Semarang (ANTARA) - Prima Narendra untuk pertama kalinya menggunakan kendaraan listrik dalam perjalanan mudik dari Cirebon menuju Semarang. Ia mengaku biaya perjalanan jauh lebih efisien dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.

“Tahun ini pertama kali kami mudik pakai mobil listrik. Biasanya biaya bensin bisa sekitar Rp200 ribuan, tapi sekarang hanya sekitar Rp55 ribu untuk pengisian daya. Jauh lebih hemat,” ungkapnya saat ditemui di Rest Area 379A Batang.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bukti nyata manfaat kehadiran infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang terus diperkuat oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, khususnya di jalur strategis mudik Idulfitri 2026.

General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menyampaikan bahwa PLN terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan SPKLU untuk mendukung kenyamanan pengguna kendaraan listrik.

“PLN secara konsisten memperkuat ekosistem kendaraan listrik, baik dari sisi jumlah maupun kualitas SPKLU. Secara nasional, jumlah SPKLU meningkat dari sekitar 1.000 unit menjadi 1.800 unit atau naik sekitar 1,7 kali lipat. Selain itu, kami juga menghadirkan teknologi fast hingga ultra fast charging di berbagai lokasi istirahat agar proses pengisian daya semakin cepat,” ujar Bramantyo.

Untuk wilayah Jawa Tengah, PLN telah menyediakan 305 unit SPKLU yang tersebar di 192 lokasi, termasuk 79 titik di sepanjang jalur tol Trans Jawa. Infrastruktur ini disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pengguna kendaraan listrik selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

PLN juga menghadirkan kemudahan melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui fitur Trip Planner, pengguna dapat mengetahui lokasi SPKLU di sepanjang rute perjalanan, sementara fitur antre EV membantu memantau kondisi antrean di lokasi pengisian daya.

Penguatan infrastruktur ini turut mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung yang meninjau langsung kesiapan SPKLU di Rest Area 379A Batang. Ia menilai fasilitas yang tersedia telah memadai untuk mendukung kebutuhan pengguna kendaraan listrik di jalur tol Trans Jawa.

“Ketersediaan SPKLU di rest area ini sudah cukup banyak dan memadai. Dengan peningkatan layanan ini, waktu tunggu dapat ditekan sehingga perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien,” ujar Yuliot.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah pengguna kendaraan listrik diproyeksikan meningkat signifikan pada periode mudik tahun ini, dari sekitar 13.000 pengguna pada 2025 menjadi 23.000 pengguna pada 2026 atau naik sekitar 67 persen.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, PLN meyakini dapat menghadirkan pengalaman mudik yang lebih hemat, nyaman, dan ramah lingkungan bagi masyarakat, sekaligus mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026