Logo Header Antaranews Jateng

KAI Purwokerto intensifkan penataan perlintasan sebidang demi keselamatan

Rabu, 6 Mei 2026 16:28 WIB
Image Print
Petugas KAI menutup salah satu perlintasan liar di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-KAI Purwokerto)

Purwokerto (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto mengintensifkan penataan perlintasan sebidang sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan, termasuk melalui penutupan perlintasan liar di sejumlah titik rawan.

Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto M As’ad Habibuddin di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan keberadaan perlintasan liar menghadirkan risiko besar karena tidak dilengkapi pengamanan memadai dan berada di luar pengaturan resmi.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat ruang aman antara perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat menjadi semakin terbatas sehingga membutuhkan penanganan secara konsisten.

“Setiap perlintasan memiliki potensi risiko keselamatan. Untuk lokasi yang belum sesuai ketentuan, penanganan dilakukan bersama pemerintah melalui mekanisme yang berlaku, termasuk opsi penutupan,” katanya.

Menurut dia, langkah tersebut diambil sebagai upaya menjaga keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api

Lebih lanjut, dia mengatakan penataan perlintasan merupakan bagian dari upaya peningkatan keselamatan yang membutuhkan sinergi berbagai pihak, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun perilaku masyarakat di lapangan.

Berdasarkan data KAI Daop 5 Purwokerto, saat ini terdapat 196 perlintasan sebidang di wilayah operasional Daop 5, dengan 34 di antaranya merupakan perlintasan tidak terjaga yang memerlukan perhatian bersama dalam pengelolaannya.

“Data ini menunjukkan bahwa perlintasan masih memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Penutupan perlintasan liar menjadi bagian dari penataan untuk memastikan interaksi antara perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan berlangsung lebih aman,” katanya.

Ia mengatakan sejak tahun 2017 hingga bulan April 2026, KAI Daop 5 Purwokerto bersama para pemangku kepentingan telah menutup sebanyak 184 perlintasan liar sebagai bagian dari upaya pengendalian risiko di titik-titik rawan.

Langkah tersebut, kata dia, bertujuan menciptakan ruang perlintasan yang lebih tertib, menekan potensi kecelakaan, sekaligus membatasi keberadaan perlintasan yang tidak memenuhi standar keselamatan.

Selain penataan infrastruktur, KAI juga terus mendorong peningkatan kedisiplinan masyarakat saat melintasi perlintasan sebidang.

Ia mengatakan praktik keselamatan di berbagai negara menunjukkan bahwa faktor utama dalam menekan angka kecelakaan adalah disiplin masyarakat, termasuk membiasakan berhenti, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas.

“Kereta api melayani ratusan hingga ribuan pelanggan dalam satu perjalanan dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Dalam kondisi tertentu, kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak,” katanya.

Oleh karena itu, kata dia, disiplin saat melintas di perlintasan menjadi hal yang sangat penting.

Ia mengatakan ketika kebiasaan tersebut dilakukan secara bersama, keselamatan dapat terjaga dengan lebih baik.

“Menjaga ketertiban di perlintasan merupakan tanggung jawab bersama karena setiap risiko yang muncul dapat berdampak luas, tidak hanya bagi pengguna jalan, juga keluarga dan lingkungan sekitar,” kata As’ad.

Baca juga: KAI ubah nama KA Argo Bromo Anggrek jadi KA Anggrek



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026