Logo Header Antaranews Jateng

Gubernur Jateng: Tradisi mudik tingkatkan perputaran uang dan perekonomian daerah

Senin, 16 Maret 2026 20:36 WIB
Image Print
Para peserta program Mudik Gratis Lebaran 2026 yang diberangkatkan dari Jakarta menuju ke Jawa Tengah. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berharap tradisi mudik yang menggerakkan masyarakat ke kampung halaman dapat meningkatkan perputaran uang dan perekonomian daerah.

"Makanya kami sudah siapkan infrastruktur, hotel-hotel, bahkan sampai UMKM di tempat-tempat strategi, dan kampung-kampung tujuan mudik," katanya dalam pernyataan di Semarang, Senin.

Menurut dia, tradisi mudik Lebaran bukan hanya ajang untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga, tapi juga momentum untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Sebab, kata dia, Jawa Tengah (Jateng) merupakan salah satu wilayah yang menjadi tujuan mudik terbesar, serta juga menjadi perlintasan para pemudik yang dari Jabodetabek dan Jawa Barat ke Jawa Timur, dan sebaliknya

Pada kesempatan itu, Luthfi juga mengatakan baru saja melepas belasan ribu peserta Mudik Gratis Jateng 2026 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Ia mengatakan bahwa kesiapan untuk menyambut para pemudik sudah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota sampai tingkat desa.

Momentum mudik, menurut dia, harus dapat ditangkap sebagai peluang untuk menumbuhkan perekonomian di wilayah masing-masing.

"Jadi, kebutuhan dasar pemudik terlayani, termasuk pemudik di tempat-tempat tertentu silakan belanjakan uang sakunya di Jawa Tengah, khususnya di UMKM," katanya.

Tidak hanya itu, Jateng juga menjadi titik jenuh bagi para pemudik sehingga ia berpesan agar para pemudik dapat memanfaatkan tempat-tempat istirahat yang ada di wilayahnya, mulai dari rest area sampai hotel atau penginapan.

"Silakan istirahat dan tidur di penginapan yang ada di Jawa Tengah," katanya.

Pada arus mudik-balik tahun ini diperkirakan ada 17 juta orang yang masuk dan melintas di Jateng, baik yang tujuan akhir atau kampung halamannya di Jateng maulun juga yang hanya melintas untuk mudik.

Pemprov Jateng beserta 35 kabupaten/kota, BUMD, dan instansi lainnya telah memberangkatkan total 348 armada bus, terdiri atas 325 unit bus dari Jakarta dengan total 16.186 pemudik, dan 23 unit bus dari Bandung dengan jumlah pemudik 1.133 orang.

Selain itu, ada juga mudik menggunakan kereta api yang akan diberangkatkan dan dilepas oleh Gubernur Jawa Tengah pada Selasa (17/3) besok, dengan total 1.288 pemudik.



Baca juga: Grand Candi Hotel Semarang tawarkan paket promosi spesial "Berlebaran"



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026