Purbalingga (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, memperluas layanan Program Anak Ceria Jipat untuk mempermudah pengurusan dokumen kependudukan dan jaminan kesehatan bagi bayi yang baru lahir.
Perluasan layanan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dispendukcapil Purbalingga dan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Mitra Permata Husada (MPH) Purbalingga yang berlangsung di Aula Dispendukcapil Purbalingga, Senin.
Kepala Dispendukcapil Purbalingga Bambang Widjonarko mengatakan melalui Program Anak Ceria Jipat, bayi yang lahir di daerah itu dapat langsung memperoleh empat dokumen penting sekaligus, yakni Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), serta kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan.
"Alhamdulillah, melalui inovasi Anak Ceria Jipat ini, bayi yang baru lahir bisa langsung mendapatkan tiga dokumen kependudukan dan kartu BPJS Kesehatan dalam satu kali proses. Program ini kami rancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan administrasi yang cepat, mudah, dan terintegrasi," katanya.
Ia mengatakan selama ini pengurusan dokumen kependudukan bagi bayi sering menjadi tantangan bagi orang tua karena keterbatasan waktu dan kesibukan pasca-persalinan.
Dengan adanya Program Anak Ceria Jipat, kata dia, seluruh proses pengurusan dokumen dapat dilakukan langsung melalui fasilitas kesehatan tempat persalinan, baik rumah sakit maupun puskesmas.
Dia mengatakan program tersebut, wujud komitmen Dispendukcapil dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima, efektif, dan inovatif.
Selain mempermudah masyarakat, lanjut dia, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan serta kepesertaan JKN sejak dini.
"Satu kali proses bisa langsung mendapatkan empat dokumen. Ini tentu lebih efisien dari sisi waktu dan tenaga masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas layanan administrasi kependudukan yang kita berikan," katanya.
Ia mengatakan saat ini layanan Program Anak Ceria Jipat telah menjangkau seluruh rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Purbalingga.
"Ke depan, Dispendukcapil berencana memperluas kerja sama dengan klinik, bidan praktik mandiri, serta rumah sakit di luar Kabupaten Purbalingga agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas," kata Bambang.
Direktur RSIA MPH Purbalingga Edi Murratdhi mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dinilai berpihak kepada masyarakat.
Menurut dia, program tersebut memberikan kemudahan nyata bagi orang tua karena pengurusan dokumen kependudukan dan jaminan kesehatan dapat dilakukan secara terintegrasi.
"Kami sangat mengapresiasi bagaimana pemerintah daerah memperhatikan masyarakat sampai ke anak yang baru lahir. Dengan program ini, setiap anak yang lahir sudah langsung memiliki identitas dan jaminan kesehatan," katanya.
Baca juga: Polres Purbalingga ungkap hasil pemeriksaan pendaki meninggal di Gunung Slamet

