
Pemkab Batang ingatkan SPPG tidak main-main sediakan makanan untuk siswa

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, minta pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadirkan lingkungan yang sehat dan makanan berkualitas, sebagai upaya mencegah hal yang tidak diinginkan bagi anak-anak.
Wakil Bupati Batang Suyono di Batang, Rabu, mengatakan bahwa pemerintah memiliki niat mulia untuk memberikan asupan nutrisi bagi siswa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Oleh karena itu urusan perut anak sekolah tidak boleh main-main, apalagi jika menyangkut standar kesehatan lingkungan maupun kualitas makanan," katanya menanggapi lokasi SPPG yang berada di dekat kandang ayam.
Menurut dia, Satuan Tugas (Satgas) sudah dibekali Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat dari Dinas Kesehatan (Dinkes), seperti kebersihan lingkungan dari potensi pembawa penyakit seperti lalat.
"Kalau di lokasi itu ada kandang ayam dan banyak lalat, itu jelas tidak sesuai SOP. Program MBG ini harus benar-benar sehat, sehingga jika tidak memenuhi syarat sebaiknya lokasi dipindah," katanya.
Ia mengatakan jika kandang ayam sudah dibangun lebih dulu, maka fasilitas penyedia makanan yang harus tahu diri agar tidak menempati lokasi yang berada di sekitar lingkungan yang tidak sehat itu.
"Penentuan lokasi terkesan terburu-buru tanpa kajian matang. Yang datang belakangan harusnya mengalah, sehingga hal ini juga perlu dipertanyakan kenapa sejak awal lokasinya dipilih di situ tanpa kajian kesehatan yang matang," katanya.
Bukan hanya soal lokasi SPPG, Suyono juga menyoroti soal mata rantai pengawasan distribusi makanan MBG yang perlu diperketat hingga ke meja siswa.
"Kami minta pihak sekolah tidak hanya menjadi penerima pasif, tetapi harus berani menjadi kurator kualitas makanan yang masuk ke lingkungan mereka. Sekolah harus berani membuka dan mengecek makanan yang datang, layak atau tidak, sehat atau tidak," kata Wakil Bupati Batang Suyono.
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
