
CNG Dara Jingga Blora dibidik jadi energi alternatif untuk masyarakat dan UMKM

Blora (ANTARA) - BUMD Blora Patra Energi (BPE) membidik pemanfaatan gas dari sumur eksplorasi Dara Jingga di Blora, Jawa Tengah, untuk diolah menjadi compressed natural gas (CNG) sebagai sumber energi alternatif yang lebih terjangkau bagi masyarakat dan UMKM.
"Nantinya, setelah gas yang ada di Cepu, Kabupaten Blora tersebut diolah menjadi CNG dan akan dipasarkan secara ritel untuk sektor UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) hingga rumah tangga," kata Komisaris PT BPE Seno Margo Utomo di Blora, Kamis.
Ia mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong kemandirian energi daerah sekaligus memperluas akses energi yang lebih efisien.
"Selama ini masyarakat masih bergantung pada energi berbasis minyak yang harganya fluktuatif. Dengan CNG, kita dorong alternatif yang lebih stabil dan terjangkau," ujarnya.
Menurut dia pengolahan gas akan dilakukan melalui pembangunan kilang mini di sekitar wilayah Cepu agar distribusi lebih efisien dan dekat dengan sumber produksi.
Selain memperluas akses energi, proyek ini juga dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Biaya energi yang lebih rendah diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelaku UMKM.
"Kalau biaya energi bisa ditekan, tentu akan berdampak langsung pada efisiensi usaha masyarakat," ujarnya.
Di sisi lain, BPE yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Blora juga melihat peluang dari sektor hulu melalui skema Participating Interest (PI) pada pengelolaan sumur oleh Pertamina EP Zona 11.
Dengan skema golden share, kata dia, Pemerintah Kabupaten Blora berpeluang terlibat tanpa harus mengeluarkan investasi awal.
"Ini menjadi kesempatan bagi daerah untuk mendapatkan manfaat ekonomi sekaligus memastikan ketersediaan energi lokal," ujarnya.
Ia menambahkan pengembangan CNG dari Dara Jingga diharapkan tidak hanya menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga menjadi penggerak ekonomi berbasis energi di tingkat lokal serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar daerah.
Baca juga: DPRD Blora mendukung pengembangan kawasan industri berbasis gas
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
