
UHC Non Cut Off Banyumas bantu warga akses layanan kesehatan

Semoga program seperti ini terus ada dan semakin banyak warga yang terbantu
Purwokerto (ANTARA) - Program Universal Health Coverage (UHC) Non Cut Off yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah akses terhadap layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan perlindungan secara cepat.
Salah satu warga yang merasakan manfaat program tersebut adalah Oki Julian (29), warga Desa Randegan, Kabupaten Banyumas, yang tengah mempersiapkan kelahiran anak pertamanya. Program tersebut memberikan ketenangan bagi dirinya dan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi serta kebutuhan biaya persalinan yang tidak sedikit.
"Rasanya campur aduk, ada senang dan bahagia karena sebentar lagi jadi orang tua, tapi juga ada rasa khawatir, terutama soal biaya persalinan istri saya nanti," kata Oki di Purwokerto, Jumat.
Ia mengatakan istrinya saat ini sedang hamil anak pertama dan belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sementara dirinya telah lebih dahulu terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) sejak sebelum menikah.
Kondisi tersebut sempat membuat dirinya memikirkan berbagai kebutuhan menjelang persalinan, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga kemungkinan biaya pelayanan kesehatan apabila diperlukan tindakan medis di rumah sakit.
"Sebagai kepala keluarga, saya pasti akan mengusahakan yang terbaik untuk keluarga. Di tengah keterbatasan ekonomi, saya tetap ingin memastikan istri saya memiliki perlindungan kesehatan yang layak," katanya.
Menurut dia, kehadiran Program UHC Non Cut Off Kabupaten Banyumas menjadi solusi atas kegelisahan yang sempat dirasakannya. Program tersebut memungkinkan masyarakat mendapatkan akses kepesertaan JKN secara lebih cepat saat dibutuhkan, tanpa harus menunggu periode aktivasi reguler.
"Alhamdulillah ada program ini. Jujur saya jadi lebih lega karena setidaknya ada jaminan kesehatan untuk istri saya saat persalinan nanti dan juga untuk berjaga-jaga jika terjadi hal yang tidak diinginkan," katanya.
Oki mengatakan informasi mengenai program tersebut diperoleh dari pemerintah desa. Setelah itu, ia mendatangi loket Dinas Sosial Kabupaten Banyumas yang berada di Mal Pelayanan Publik (MPP) Banyumas untuk mengurus pendaftaran kepesertaan JKN bagi istrinya.
Ia mengaku pelayanan yang diberikan berjalan dengan baik dan petugas memberikan penjelasan secara jelas terkait tahapan aktivasi kepesertaan.
"Tadi petugas menyampaikan saya diminta menunggu proses aktivasi sambil melakukan pengecekan secara berkala melalui aplikasi Mobile JKN atau layanan PANDAWA. Proses aktivasi dijelaskan bisa berlangsung paling cepat 1x24 jam," katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Banyumas yang dinilai telah menghadirkan kemudahan akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui program tersebut.
Menurut dia, keberadaan UHC Non Cutt Off sangat membantu warga, khususnya masyarakat dengan keterbatasan ekonomi atau keluarga yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara cepat dalam kondisi mendesak.
"Saya tahu belum semua kabupaten di Jawa Tengah sudah menyandang UHC Non Cutt Off seperti Banyumas. Jadi Banyumas termasuk istimewa. Semoga program seperti ini terus ada dan semakin banyak warga yang terbantu, karena saya sendiri benar-benar merasakan manfaatnya," kata Oki.
Program UHC Non Cutt Off Banyumas menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh masyarakat memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang cepat, mudah, dan tanpa hambatan administrasi saat dibutuhkan.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
