Logo Header Antaranews Jateng

Lurah diminta verifikasi data warga untuk program perlindungan sosial

Kamis, 7 Mei 2026 17:29 WIB
Image Print
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono (kiri) berbincang dengan korban rumah roboh di Kampung Paten Gunung, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang saat menyerahkan bantuan di Magelang, Kamis (7/5/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono meminta para lurah melakukan verifikasi data warga secara aktual di daerah masing-masing sebagai dasar kuat menyusun program bantuan dan perlindungan sosial.

“Ini menjadi perhatian kami. Segera, khususnya di Kota Magelang ini, akan kita data masyarakat yang sudah usia pensiun tetapi masih produktif,” katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Kamis.

Ia mengatakan hal itu saat menyerahkan bantuan kepada korban rumah roboh di RT05/RW09, Kampung Paten Gunung, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Selatan. Rumah roboh akibat tertimpa pohon itu milik Jakimin yang ditempati Bambang Kuncoro (68) beserta keluarganya (enam orang) sebagai penyewa.

Peristiwa itu terjadi pada 21 April 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Dalam kejadian tersebut, bagian depan rumah mengalami kerusakan, sedangkan istri Bambang yang mengalami luka, hingga saat ini masih menjalani perawatan di RSU Tidar Kota Magelang.

Ia juga menyatakan memberikan perhatian atas kondisi Bambang Kuncoro yang tetap bekerja sebagai pedagang nasi goreng meski telah berusia 68 tahun dan masih tinggal di rumah kontrakan.

Kondisi warga lanjut usia yang masih harus bekerja dan tinggal di rumah kontrakan, ujar dia, perlu menjadi perhatian pemerintah dalam penyusunan kebijakan sosial secara tepat sasaran.

“Artinya kalau usia pensiun masih ngontrak dengan profesi kategori ekonomi bawah, ini harus kita lihat dalam kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat setempat yang masih kuat dipertahankan.

Ia mengajak warga yang mampu untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Manusia itu makhluk sosial. Yang mampu ayo bantu yang belum mampu. Itulah namanya bermasyarakat,” ucapnya.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Magelang Hadi Sutopo mengatakan setelah kejadian rumah roboh, proses perbaikan langsung dilakukan secara gotong royong warga dan relawan dengan dibantu personel TNI.

Dinas Sosial Kota Magelang, ujar dia, juga telah memberikan bantuan non-tunai, antara lain berupa selimut, paket keluarga, kasur, dan makanan siap saji.

Selain itu, bantuan kemanusiaan dari PMI Kota Magelang berupa uang tunai Rp5 juta untuk mendukung perbaikan rumah terdampak, sedangkan bantuan lainnya berupa pengobatan istri korban melalui program Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Selain itu, dilakukan kesepakatan dengan pemilik rumah bahwa selama lima tahun ke depan rumah tersebut tidak akan disewakan kepada pihak lain, sedangkan keluarga Bambang dibebaskan dari biaya sewa selama satu tahun ke depan.




Baca juga: Kota Magelang siap jadi tuan rumah Interhash, Distoria, dan SBY Cup



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026