Logo Header Antaranews Jateng

Kemenpar: Storytelling menjadi kunci promosi destinasi wisata Cilacap

Kamis, 30 April 2026 16:30 WIB
Image Print
Perwakilan Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Afina Millaty Hafizh dalam Bimbingan Teknis Promosi Branding Wonderful Indonesia melalui Media Sosial di Wisata Alam Wanarata, Desa Karangmangu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (30/4/2026). (ANTARA/Sumarwoto)

Cilacap (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menekankan pentingnya storytelling atau kemampuan membangun cerita sebagai kunci utama dalam mempromosikan destinasi wisata, termasuk di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Perwakilan Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kemenpar Afina Millaty Hafizh di Cilacap, Kamis, mengatakan promosi pariwisata tidak cukup hanya menampilkan keindahan visual, juga harus mampu menghadirkan cerita yang kuat dan menyentuh audiens.

“Cerita itu yang membuat sebuah destinasi memiliki nilai lebih. Ada contoh kedai kopi di Jepang yang mengangkat isu konservasi burung sehingga menarik perhatian. Hal seperti itu bisa diamati, ditiru, dan dimodifikasi untuk mempromosikan destinasi di daerah,” katanya dalam Bimbingan Teknis Promosi Branding Wonderful Indonesia melalui Media Sosial di Wisata Alam Wanarata, Desa Karangmangu, Kecamatan Kroya, Cilacap.

Selain storytelling, dia menekankan konsistensi sebagai faktor penting bagi para kreator konten dalam membangun audiens di media sosial.

Menurut dia, banyak kreator pemula yang mudah menyerah ketika respons terhadap konten yang diunggah belum sesuai harapan.

“Kalau ingin berhasil, kuncinya konsisten. Jangan hanya unggah sekali lalu berhenti. Jatuh bangun itu bagian dari proses menuju kesuksesan,” katanya menegaskan.

Dia juga mendorong penggunaan tagar (hashtag) yang tepat untuk memperluas jangkauan konten, baik yang bersifat lokal seperti #Cilacap dan #Wanarata, maupun yang berskala nasional dan global seperti #WonderfulIndonesia dan #PesonaIndonesia.

Dia mengingatkan pentingnya menjaga keaslian atau autentisitas dalam setiap konten promosi. Identitas khas daerah, kata dia, harus ditonjolkan agar memiliki daya tarik tersendiri di mata wisatawan.

“Tidak hanya alam, juga budaya dan kuliner khas. Ceritakan pengalaman menikmati kuliner itu, suasananya, dan alasan kenapa orang harus mencobanya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga memperkenalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau akal imitasi (artificial intelligence/AI) dalam promosi pariwisata melalui platform resmi Indonesia yang telah dilengkapi asisten digital bernama “Maya”.

“Maya ini bisa menjadi travel planner dan travel companion. Wisatawan bisa mendapatkan rekomendasi perjalanan yang dipersonalisasi, bahkan sampai prediksi cuaca,” katanya.

Dia mengatakan sejak diluncurkan pada akhir 2025, kehadiran fitur AI tersebut mampu meningkatkan kunjungan ke situs Indonesia.travel lebih dari 100 persen dalam waktu satu bulan.

Lebih lanjut, dia mengajak masyarakat untuk lebih percaya diri terhadap potensi daerahnya karena pariwisata tidak hanya bergantung pada keindahan alam, juga pada aktivitas dan pengalaman yang ditawarkan kepada wisatawan.

“Kami mendorong pengembangan pariwisata minat khusus seperti gastronomi, wellness, dan bahari. Gastronomi misalnya, tidak hanya soal makanan, juga cerita dari hulu ke hilir yang bisa menjadi daya tarik wisata,” katanya.

Melalui kegiatan bimbingan teknis tersebut, dia mengharapkan lahir lebih banyak kreator konten lokal, pelaku usaha, dan komunitas yang adaptif terhadap digitalisasi serta aktif mempromosikan daerahnya hingga dikenal secara nasional maupun global.

“Kekuatan pariwisata itu ada pada masyarakatnya. Ketika mampu menjadi storyteller digital yang baik, maka wisatawan akan datang dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan,” kata Afina.

Baca juga: Rosan Roeslani: Hilirisasi tahap II perkuat ketahanan energi dan dorong ciptakan kerja



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026