
Satgas Makan Bergizi Gratis dan BUMD uji coba CNG untuk dapur MBG di Rembang

Rembang (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Rembang Migas Energi (RME) melakukan uji coba atau "nyala perdana" penggunaan Compressed NatCural Gas (CNG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dorokandang, Kecamatan Lasem.
"Ini sesuai dengan semangat kami untuk membentuk ekosistem pangan dan ekonomi di lingkungan SPPG. Kerja sama dengan BUMD, dalam hal ini PT RME, adalah awal yang sangat positif," kata Ketua Satgas MBG Kabupaten Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro di Rembang, Selasa.
Ia mengatakan penggunaan CNG merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pangan dan ekonomi di sekitar SPPG sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dapur MBG.
Meskipun baru dilakukan nyala perdana, kata dia, sudah ada tujuh SPPG yang mengantre untuk menggunakan CNG dari total 72 SPPG yang direncanakan beroperasi di Kabupaten Rembang.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat diperluas dengan melibatkan BUMD lain maupun kelompok masyarakat setempat agar manfaat ekonomi program MBG dapat dirasakan lebih luas.
Direktur PT RME Rizal Wijaya mengatakan penggunaan CNG terbukti lebih hemat dibandingkan elpiji berdasarkan hasil uji coba selama sepekan terakhir.
"Secara pemakaian, CNG terbukti lebih hemat sekitar 25 - 30 persen. Harganya juga lebih murah dibandingkan elpiji," ujarnya.
Ia menambahkan dari sisi keamanan penggunaan CNG memiliki risiko yang rendah selama pengguna mematuhi standar keselamatan dan operasional yang berlaku.
Rizal juga memastikan pasokan CNG untuk kebutuhan SPPG aman karena PT RME telah menjalin kerja sama dengan pemasok CNG dari Semarang.
Menurut dia, peluncuran tersebut menjadi tonggak kebangkitan PT RME setelah tidak aktif selama lebih dari tiga tahun. Saat ini perusahaan daerah tersebut mulai mengembangkan bisnis perdagangan CNG.
"PT RME menargetkan sedikitnya 50 persen dari total SPPG di Kabupaten Rembang menggunakan layanan CNG perusahaan," ujarnya.
Jika target tersebut tercapai, kata dia, perusahaan optimistis dapat mulai memberikan dividen kepada Pemerintah Kabupaten Rembang dalam satu tahun ke depan.
Selain menyasar kebutuhan energi SPPG, PT RME juga mulai memperluas pasar ke sektor industri kecil dan menengah, perhotelan, serta restoran dengan memasang instalasi penunjang distribusi CNG di sejumlah lokasi usaha kuliner.
Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 di Jepara melibatkan 1.246 petugas
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
