
Pemkab Banyumas siapkan kreator konten promosi pariwisata

Purwokerto (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas, Jawa Tengah, menyiapkan generasi muda sebagai kreator konten untuk memperkuat promosi pariwisata daerah melalui pemanfaatan media sosial.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Junaidi di Purwokerto, Banyumas, Jumat siang, mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Promosi Branding Wonderful Indonesia Melalui Media Sosial” yang digelar atas kerja sama Dinporabudpar Banyumas, Kementerian Pariwisata, dan Komisi VII DPR RI.
“Promosi tidak cukup hanya melalui baliho, karena yang melihat terbatas pada orang yang lewat. Melalui media sosial, orang yang tidak datang pun bisa mengetahui keindahan alam dan budaya Banyumas,” katanya.
Ia menilai perubahan pola promosi tersebut menjadi penting di tengah perkembangan teknologi digital yang memungkinkan informasi tersebar lebih luas dan cepat.
Menurut dia, Banyumas memiliki beragam potensi wisata, mulai dari alam, budaya, religi hingga kuliner yang dapat dikemas menjadi konten menarik oleh para kreator.
“Lewat media sosial kita bisa menunjukkan bahwa Banyumas bukan sekadar kota transit, tetapi memiliki banyak daya tarik yang layak dikunjungi wisatawan,” kata Junaidi yang juga menjabat Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Banyumas.
Ditemui setelah kegiatan bimtek, Junaidi mengatakan kegiatan tersebut secara khusus ditujukan untuk melatih dan membimbing generasi muda agar mampu menjadi kreator konten pariwisata.
“Jadi hari ini (17/4) kita melatih, mengajari, membimbing teman-teman muda untuk menjadi konten kreator. Pariwisata Banyumas ini sudah cukup baik, tetapi tidak cukup hanya ditonton, perlu diceritakan kepada dunia melalui media sosial,” katanya.
Ia mengatakan masih banyak destinasi wisata di Banyumas yang belum tergarap secara optimal sehingga membutuhkan promosi yang lebih masif dan kreatif.
Menurut dia, kegiatan tersebut diikuti banyak peserta dengan menghadirkan narasumber dari praktisi media sosial serta Kementerian Pariwisata, sehingga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan peserta dalam membuat konten promosi.
Ia menilai momentum pelatihan tersebut sangat strategis karena Banyumas akan menghadapi sejumlah agenda besar dalam waktu dekat.
“Dalam waktu dekat ada Banyumas Ngibing yang diikuti peserta dari sembilan negara. Tahun lalu diperkirakan mencapai 15 ribu pengunjung, tahun ini diharapkan bisa meningkat menjadi sekitar 20 ribu orang,” katanya.
Selain itu, kata dia, terdapat agenda lain seperti Purwokerto Half Marathon pada 17 Mei, Lengger Bicara, hingga berbagai agenda wisata lainnya yang akan digelar di Banyumas.
Ia mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi peluang besar untuk menarik wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Semua event ini merupakan amunisi konten bagi para kreator untuk mempromosikan Banyumas agar semakin dikenal luas dan menarik lebih banyak wisatawan,” katanya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengelola destinasi, pelaku usaha, komunitas kreatif hingga generasi muda untuk bersama-sama menjadi duta promosi digital.
Dengan kolaborasi tersebut, Junaidi mengharapkan pariwisata Banyumas semakin berkembang dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Baca juga: Banyumas jadi proyek percontohan digitalisasi bansos nasional
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
